Home / Ekonomi

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:48 WIB

GPIPS Diluncurkan, BI Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

Redaksi

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat peluncuran GPIPS Wilayah Sumatera 2026 di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (11/2)

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali bersama Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat peluncuran GPIPS Wilayah Sumatera 2026 di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (11/2)

Banyuasin – Bank Indonesia (BI) memperkenalkan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) sebagai strategi baru untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan nasional. Program ini menjadi respons atas semakin kompleksnya tantangan pengendalian inflasi pangan, seperti perubahan iklim, cuaca ekstrem, serta karakteristik komoditas pangan yang bersifat musiman.

Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, dalam peluncuran GPIPS Wilayah Sumatera 2026 di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (11/2), menegaskan bahwa pendekatan pengendalian inflasi kini tidak hanya berorientasi pada stabilisasi harga jangka pendek, tetapi juga pada penguatan pasokan pangan secara struktural, inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, kementerian/lembaga, pelaku usaha, serta wakil rakyat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, memberdayakan petani, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Ricky.

Sepanjang 2025, inflasi nasional tercatat 2,92 persen (year-on-year/yoy), masih berada dalam kisaran sasaran inflasi 2,5±1 persen. Namun, pada Januari 2026 inflasi meningkat menjadi 3,55 persen (yoy), terutama dipicu kelompok pangan bergejolak. Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan pengendalian inflasi pangan agar tetap terjaga pada kisaran 3–5 persen sebagaimana amanat High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat.

Baca Juga :  Bank Aceh Aktif Salurkan Bantuan selama Bulan Ramadhan

Dalam forum tersebut, BI memaparkan tiga strategi utama GPIPS. Pertama, peningkatan produksi pangan, khususnya hortikultura, melalui pemanfaatan bibit unggul tahan cuaca, teknologi adaptif, serta pengaturan pola tanam yang terkoordinasi antarwilayah dan antarwaktu.

Kedua, memperlancar distribusi dan konektivitas antarwilayah dengan meningkatkan efisiensi logistik dan optimalisasi Kerja Sama Antardaerah (KAD) bersinergi dengan BUMN logistik guna memperkuat rantai pasok.

Ketiga, memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah melalui pemanfaatan data neraca pangan untuk KAD serta penguatan peran BUMD/Perusahaan Pangan Daerah sebagai offtaker.

Baca Juga :  Rasa Manis dari Ujung Negeri: Kisah Cokbang, Simbol Kebangkitan Kakao Sabang

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya inovasi dan pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung ketahanan pangan. Melalui inovasi digital SiBenih dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), Sumatera Selatan berhasil membangun ekosistem pangan yang tangguh.

Sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional dan produsen beras terbesar ketiga di Indonesia, Sumatera Selatan juga menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI atas kontribusinya dalam mendukung swasembada pangan nasional 2025.

GPIPS merupakan penguatan dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi (GNPIP) dengan tiga pembaruan utama, yakni penguatan sisi hulu untuk menjamin ketersediaan pasokan, pengendalian inflasi yang lebih komprehensif, serta penguatan sinergi pusat dan daerah dalam mendukung program prioritas pemerintah.

Kegiatan GPIPS Wilayah Sumatera 2026 juga dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi TPIP–TPID yang menghasilkan tiga kesepakatan strategis. Pertama, fokus jangka pendek pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) melalui stabilisasi harga dan penguatan distribusi regional. Kedua, antisipasi risiko cuaca ekstrem melalui produksi berbasis adaptasi iklim dan perlindungan usaha tani. Ketiga, percepatan pemulihan lahan pertanian terdampak bencana melalui penguatan sinergi satuan tugas terkait.

Baca Juga :  Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rp8,1 Juta per Mayam, Minat Pembeli Tetap Stabil

GPIPS Sumatera 2026 menjadi pembuka rangkaian GPIPS Nasional yang selanjutnya digelar di wilayah Jawa, Balinusra, Sulampua, dan Kalimantan. Kegiatan ini juga diisi dengan temu wicara bersama petani dan UMKM, penyerahan bantuan sarana dan prasarana pertanian, business matching perbankan dengan pelaku usaha, serta pelepasan truk komoditas KAD.

Ke depan, Bank Indonesia bersama pemerintah pusat dan daerah akan terus memperkuat kolaborasi dalam mitigasi risiko cuaca ekstrem, peningkatan efisiensi logistik pangan, serta menjaga stabilitas harga untuk mengurangi disparitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rp8,1 Juta per Mayam, Minat Pembeli Tetap Stabil

Ekonomi

Wagub Harap Koalisi Kemitraan Kelapa Sawit Berkelanjutan Bantu Tingkatkan Ekonomi Aceh 

Ekonomi

Bank Aceh Syariah Raih Top Sharia Regional Bank, Fadhil Ilyas Dinobatkan Best CEO Syariah 2026

Ekonomi

BI Luncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Optimistis Ekonomi Tumbuh Menguat

Ekonomi

Mualem Panen Lobster di Keramba Nelayan Ulee Lheue

Ekonomi

Jeffrey Hendrik Resmi Ditunjuk sebagai PJS Direktur Utama BEI

Ekonomi

Harga Emas di Lhokseumawe Stabil, Capai Rp8,15 Juta per Mayam

Ekonomi

DPMPTSP Aceh Raih Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 90,19 Kategori Sangat Baik