Home / Ekonomi

Senin, 19 Januari 2026 - 13:43 WIB

Harga Emas di Aceh Tembus Rp8,5 Juta per Mayam, Warga Mulai Tahan Beli

Redaksi

Harga emas di Banda Aceh resmi menembus Rp8,5 juta per mayam. Kenaikan ini membuat sebagian warga menunda pembelian, terutama untuk kebutuhan pernikahan dan investasi.(19/02/2026).

Harga emas di Banda Aceh resmi menembus Rp8,5 juta per mayam. Kenaikan ini membuat sebagian warga menunda pembelian, terutama untuk kebutuhan pernikahan dan investasi.(19/02/2026).

Banda Aceh — Harga emas di Aceh kembali mencatatkan rekor tertinggi. Per hari ini, harga emas murni dilaporkan telah resmi menembus angka Rp8,5 juta per mayam, memicu beragam reaksi dari masyarakat, khususnya para calon pembeli emas untuk keperluan pernikahan dan investasi.

Kenaikan harga ini dirasakan hampir merata di seluruh wilayah Aceh, termasuk Banda Aceh dan Aceh Besar. Sejumlah pedagang emas menyebut lonjakan harga terjadi secara bertahap sejak beberapa pekan terakhir, seiring dengan kenaikan harga emas dunia dan melemahnya nilai tukar rupiah.

Baca Juga :  Rasa Manis dari Ujung Negeri: Kisah Cokbang, Simbol Kebangkitan Kakao Sabang

“Sekarang sudah Rp8,5 juta per mayam, bahkan ada toko yang mendekati Rp8,6 juta tergantung kadar dan ongkos,” ujar seorang pedagang emas di Pasar Aceh, Banda Aceh, Senin (19/1/2026).

Tingginya harga emas ini membuat sebagian masyarakat memilih menunda pembelian. Hal tersebut terasa terutama bagi keluarga yang tengah mempersiapkan pernikahan. Dalam tradisi Aceh, emas masih menjadi salah satu simbol penting dalam prosesi adat, mulai dari mahar hingga perhiasan pengantin.

Baca Juga :  Hadapi Ramadhan, Plt Sekda Aceh Besar Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Induk Lambaro

Fenomena kenaikan harga emas ini pun ramai diperbincangkan di media sosial. Salah satu unggahan bernada humor menyebut, “Hana le, bah abang yang menari Ranup Lampuan bak acara adek manteng,” yang menggambarkan kondisi calon mempelai pria yang harus memutar otak menghadapi mahalnya harga emas. Ungkapan tersebut sontak mengundang tawa sekaligus empati warganet.

Di sisi lain, bagi masyarakat yang telah lebih dulu menyimpan emas, kenaikan harga ini justru dianggap sebagai keuntungan. Banyak pemilik emas memilih menahan penjualan, berharap harga terus meningkat dalam waktu dekat.

Baca Juga :  DPMPTSP Aceh Raih Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 90,19 Kategori Sangat Baik

Pengamat ekonomi menyebutkan, selama ketidakpastian ekonomi global masih berlangsung, harga emas diperkirakan tetap berada di level tinggi. Masyarakat pun diimbau untuk lebih bijak dalam membeli emas, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun investasi.

Dengan harga yang terus meroket, emas kini tidak hanya menjadi perhiasan, tetapi juga cerminan dinamika ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat Aceh.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Ekonomi

“Transaksi QRIS di Aceh Tumbuh Pesat, Capai Rp1,98 Triliun hingga September 2025”

Ekonomi

Dorong Pemahaman Publik, BSI Perkuat Kolaborasi dengan Jurnalis untuk Edukasi Keuangan Syariah

Ekonomi

Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rp8,1 Juta per Mayam, Minat Pembeli Tetap Stabil

Ekonomi

DPMPTSP Aceh Raih Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 90,19 Kategori Sangat Baik

Ekonomi

Pangdam Iskandar Muda Terima Audiensi Direktur Utama Bank Aceh di Makodam IM

Ekonomi

Penjualan Emas BSI Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Kenaikan Harga

Ekonomi

Bank Aceh Syariah Teken MoU dengan Kementerian Haji dan Umrah RI

Daerah

DAHSYAT! Daun Biasa Pulau Weh Disulap Jadi ‘Emas Hijau’ Bernilai Jutaan: Kebangkitan Ekonomi Perempuan Sabang di Tengah Pandemi