Home / Berita / Hukrim

Jumat, 20 Juni 2025 - 08:58 WIB

Jaksa Tetapkan Empat Tersangka Korupsi Pembangunan Jembatan Wisata Hutan Manggrove di Langsa

REDAKSI

Kajari Langsa, Efrianto didampingi Kasi Pidsus Hendra Salfina dan Kasi Intelejen Fadli Setiawan dalam konferensi pers di Kantor Kejari Langsa Kamis,19/6/2025.

Kajari Langsa, Efrianto didampingi Kasi Pidsus Hendra Salfina dan Kasi Intelejen Fadli Setiawan dalam konferensi pers di Kantor Kejari Langsa Kamis,19/6/2025.

LANGSA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa menetapkan empat tersangka korupsi pembangunan jembatan kawasan wisata hutan mangrove Dinas Pemuda dan Pariwisata (Disporapar) tahun anggaran 2019. Para tersangka tidak ditahan lantaran dianggap kooperatif selama proses penyidikan dan penyelidikan berlangsung. “Keempat tersangka yang ditetapkan berinisial BP selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), TNF Penyedia Jasa, RC selaku konsultan perencana dan S selaku konsultan pengawas,” ujar Kepala Kejari Langsa, Efrianto dalam konferensi pers, Kamis, 19 Juni 2025.

Baca Juga :  Penggerebekan Gudang Elpiji dan BBM Ilegal di Banda Aceh, Polisi: Hasil Penyelidikan Tak Ditemukan Praktik Pengoplosan

Kajari Efrianto menyebutkan, penetapan tersangka tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyidikan bernomor Print-771/L.1.13Fd.1/09/2023 tanggal 05 September 2023 dan Print-01.a/L.1.13/Fd.1/09/2023 tanggal 18 September 2024. “Bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Langsa pada tahun 2019 telah menganggarkan sebesar Rp 4.066.505.741 yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) untuk pembangunan jembatan di wisata hutan mangrove,” ujarnya.

Berdasarkan kontrak, masa pekerjaan pembangunan jembatan berlangsung selama 180 hari terhitung dari 21 Juni 2019 sampai 17 Desember 2019. Sementara CV. Nanggroe Dimiyueb Angen selaku penyedia jasa menyatakan telah selesai melaksanakan pekerjaan dan menyerahterimakan kepada pejabat pembuat komitmen di Disporapar Kota Langsa.

Baca Juga :  Makan Bergizi Gratis Dimulai Hari Ini, Setiap Dapur Dikawal Ahli Gizi dan Akuntan

“Namun dari hasil pemeriksaan fisik (volume dan mutu) di lapangan dan pengujian di laboratorium terdapat sejumlah item pekerjaan ditemukan tidak sesuai dengan spesifikasi. Serta hasil audit oleh Inspektorat Aceh, ditemukan kerugian negara sebesar Rp 561.849.421,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati dan Ketua TP-PKK Aceh Besar Hadiri Temu Tamah dan Buka Puasa Bersama Dengan Pengurus PKK se-Aceh Masa Bakti 2025-2030

Kajari mengatakan, atas dua alat bukti yang ditemukan oleh pihaknya, maka telah mencukupi syarat untuk menetapkan para tersangka dalam dugaan kasus korupsi pembangunan jembatan hutan mangrove Langsa. Penetapan status tersangka tersebut menurutnya bukan semata-mata bentuk tindakan hukum, tetapi langkah nyata kejaksaan dalam mengedepankan prinsip keadilan, transparansi dan akuntabilitas

Editor: RedaksiSumber: https://AJNN.net

Share :

Baca Juga

Berita

Camat Kuta Baro Pimpin Apel Perdana Tahun 2025

Hukrim

Satgas Ops Premanisme Polda Aceh Amankan Tiga Pelaku Pungli di Lokasi Wisata

Berita

Sekda Aceh Tinjau dan Salurkan Bantuan Logistik di Posko Pengungsian di Aceh Utara

Berita

Pemkab Aceh Besar Gelar Rembuk Pendidikan Tahun 2025 

Berita

Rawa Terate Rutin Banjir, Anies Bakal Cek Pabrik Sekitar

Berita

Kadis DSI Aceh Besar Hadiri Santunan Anak Yatim Se Kecamatan Suka Makmur

Berita

Mualem Terima Bantuan PLN, Pemulihan Listrik Daerah Terisolasi Dipercepat

Berita

Kunjungi Polda Sumut, Kapolri Tinjau Renovasi Masjid hingga Bakti Sosial