Home / Berita

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:23 WIB

Laga Spanyol vs Argentina Jadi Panggung Silaturahmi, PWI Aceh Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026

REDAKSI

Ketua PWI Aceh, M. Nasir Nurdin (tengah), saat memberikan keterangan di sela-sela acara nobar final Piala Dunia 2026 di Gedung PWI Aceh, Banda Aceh, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Ketua PWI Aceh, M. Nasir Nurdin (tengah), saat memberikan keterangan di sela-sela acara nobar final Piala Dunia 2026 di Gedung PWI Aceh, Banda Aceh, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Banda Aceh – Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti basement Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh di kawasan Simpang Lima, Banda Aceh, pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Puluhan jurnalis dan pekerja media dari berbagai platform berkumpul bukan untuk memburu berita, melainkan untuk menyaksikan laga pamungkas Piala Dunia 2026 yang mempertemukan dua raksasa sepak bola: Spanyol dan Argentina.

​Agenda nonton bareng (nobar) yang diinisiasi oleh PWI Aceh ini sengaja digelar bukan sekadar untuk menyaksikan perebutan trofi berlapis emas tersebut. Lebih dari itu, momentum sarat gengsi ini dimanfaatkan sebagai wadah perekat hubungan kekeluargaan serta memperkuat tali silaturahmi antar-sesama pekerja pers yang sehari-hari sibuk dengan rutinitas peliputan di Bumi Serambi Mekkah.

Baca Juga :  Aceh Besar Mulai Garap Tanam Gadu untuk Wujudkan Lumbung Pangan Nasional

​Ketua PWI Aceh, M. Nasir Nurdin, mengungkapkan bahwa antusiasme tinggi ini sangat wajar mengingat partai final Piala Dunia 2026 merupakan salah satu pertandingan yang paling dinantikan oleh seluruh pencinta sepak bola di penjuru dunia.

​Bentrokan antara La Furia Roja dan Albiceleste menghadirkan rivalitas sengit dari dua tim elite dunia yang memiliki tradisi juara sangat kuat di panggung internasional. Kedua negara berhasil menembus partai puncak dengan catatan prestasi yang luar biasa.

Baca Juga :  Pangdam IM Hadiri Rapim TNI-Polri 2025 di Jakarta.

​Spanyol datang dengan reputasi mentereng sebagai mantan jawara Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, yang kian menegaskan dominasi mereka di benua biru setelah sukses merengkuh trofi Piala Eropa 2024. Di sisi lain, Argentina turun dengan status sebagai juara bertahan. Wakil Amerika Selatan tersebut kembali membuktikan mentalitas juaranya lewat performa impresif sepanjang turnamen, hingga berhasil melangkah kembali ke final demi mempertahankan takhta tertinggi sepak bola sejagat.

​”Ini merupakan pertandingan yang sangat menarik untuk disaksikan,” urai Nasir Nurdin di sela-sela acara.

​Ia menambahkan bahwa rekam jejak kedua tim membuat jalannya laga sulit diprediksi. “Spanyol dan Argentina sama-sama memiliki kualitas pemain, pengalaman, serta tradisi sepakbola yang luar biasa,” terangnya.

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Buka Workshop Penguatan LKS dan DPS

​Melihat komposisi dan kedalaman skuad yang berimbang, Nasir menilai tensi pertandingan akan berjalan sangat ketat hingga menit akhir. “Keduanya memiliki peluang yang sama besar untuk menjadi juara Piala Dunia 2026,” pungkasnya.

​Bagi PWI Aceh, atmosfer final seperti ini tidak sekadar menyajikan tontonan olahraga berkelas dunia, tetapi juga menjadi bukti nyata bagaimana sepak bola mampu menjadi bahasa universal yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu semangat yang sama.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

Pembantu Rumah Tangga Curi Motor saat Majikan Shalat Subuh

Berita

Pj Bupati Aceh Besar Terima Silaturrahmi Panitia Offroad

Berita

Safrizal: Kebanggaan Profesi Meningkatkan Etos Kerja

Berita

Prabowo Terima Laporan Penyelamatan Rp31,3 Triliun dan Aset Hutan Rp370 Triliun

Berita

Plt Kajati Aceh Terima Audiensi FKUB, Perkuat Toleransi dan Harmoni Beragama di Aceh

Berita

Marlina Lantik Ketua PKK, Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota

Berita

Pemkab Aceh Besar Apresiasi Rumoh Pangan Aceh Gelar Pelatihan Pertanian Regeneratif dan Budidaya Kacang Koro

Berita

Penobatan Duta Bahasa Provinsi Aceh 2025 Dibuka, Gubernur Aceh Apresiasi Upaya Pelestarian Bahasa dan Budaya