Banda Aceh — Menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Satgas Pangan Polresta Banda Aceh bersama Badan Pangan Nasional (Bappanas) RI, Dinas Pangan Provinsi Aceh, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional, Kamis (5/2/2026).
Sidak difokuskan pada Pasar Al Mahira Lampulo di Kota Banda Aceh, Pasar Induk Lambaro di Kabupaten Aceh Besar, serta Gudang Bulog Siron, Aceh Besar. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok penting (Bapokting) serta mencegah penimbunan sembako menjelang Ramadhan.
Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasatreskrim Kompol Parmohonan Harahap mengatakan, sidak dilakukan sebagai langkah pengawasan agar harga bahan pokok tetap stabil dan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Satgas Pangan berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran. Meski ada sedikit kenaikan, namun secara umum masih cenderung stabil,” ujar Kompol Parmohonan.
Ia menegaskan, pihaknya tidak akan segan menindak tegas oknum yang bermain harga atau melakukan penimbunan komoditas pangan. Pengawasan juga akan terus dilakukan, baik di pasar tradisional maupun gudang penyimpanan sembako.
Berdasarkan hasil sidak, harga Bapokting di wilayah hukum Polresta Banda Aceh terpantau relatif stabil. Namun, terdapat kenaikan pada beberapa komoditas meski tidak signifikan.
Untuk minyak goreng Minyakita, harga masih berada di atas HET, yakni berkisar Rp17.000 hingga Rp18.000 per liter. Hal tersebut disebabkan adanya biaya angkut yang dibebankan kepada kios pengecer sebesar Rp1.000 per liter, sementara HET Minyakita ditetapkan Rp15.700 per liter.
Sementara itu, harga beras juga ditemukan di atas HET. Pedagang beralasan harga gabah meningkat akibat pembelian pasca banjir. Selain itu, ditemukan beras kemasan yang dijual dengan harga premium namun tidak mencantumkan label premium. Meski demikian, stok beras saat ini masih dalam kondisi aman.
Adapun harga daging sapi dan ayam masih terpantau tinggi di pasaran.
Menghadapi bulan suci Ramadhan, Kompol Parmohonan kembali mengimbau para pelaku usaha agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan tetap mematuhi ketentuan pemerintah.
“Kami mengimbau seluruh pengusaha dan pedagang agar tidak menaikkan harga jelang Ramadhan,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan Bappanas RI, Kanit 1 Subdit 1 Indagsi Polda Aceh, perwakilan Dinas Pangan Aceh, Disperindag Aceh, serta Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Banda Aceh beserta personel.(**)
Editor: Dahlan









