Aceh Tamiang — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenkraf/Bekraf) menggelar pelatihan fotografi dan storytelling bagi masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Direktur Penerbitan dan Fotografi Kemenkraf, Iman Santosa, menyampaikan bahwa pemulihan pascabencana tidak sebatas pada pembangunan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan fisik. Pemulihan tersebut juga mencakup aspek semangat, kapasitas, hingga produktivitas masyarakat.
“Kami tidak ingin masyarakat hanya menjadi objek dari sebuah cerita. Kami ingin masyarakat menjadi pencerita, pencipta, dan pelaku utama dari proses pemulihan itu sendiri,” tegas Iman di Aceh Tamiang, Kamis.
Kegiatan bertajuk “Cerita Pulih: Pelatihan Fotografi dan Storytelling” ini diselenggarakan di WD Coffee, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Pelatihan tersebut diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari fotografer dan videografer lokal.
Selama pelatihan, para peserta mendapat pembekalan mengenai teknik fotografi, storytelling, dan keterampilan menulis. Selain itu, peserta dibekali pemahaman tentang peluang komersialisasi karya lewat platform digital, seperti foto stok dan media sosial.
Iman menjelaskan bahwa sektor ekonomi kreatif memegang peranan penting dalam proses pemulihan. Melalui fotografi dan penulisan, pengalaman masyarakat dapat direkam serta diolah menjadi karya yang memiliki nilai ekonomi.
“Cerita tentang apa yang telah terjadi, bagaimana masyarakat bertahan, serta bangkit dan membangun kembali kehidupannya merupakan bagian dari perjalanan yang memiliki nilai dan makna,” tambah Iman.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di kawasan terdampak. Program serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Padang Pariaman pada 20 Agustus 2026 dan dijadwalkan berlanjut ke Kabupaten Tapanuli Selatan pada 17 September 2026. Lewat program ini, Kemenkraf berupaya mendorong pemulihan yang berfokus pada penguatan kapasitas, kreativitas, dan kemandirian ekonomi warga setempat.
Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Asisten III Administrasi Umum Pemkab Aceh Tamiang, M Zein, menyebut pelatihan ini sebagai kesempatan besar bagi para peserta untuk belajar dan bangkit menghasilkan produk yang menarik. Ia berharap masyarakat Aceh Tamiang tidak terus larut dalam kesedihan, melainkan melangkah maju untuk menggerakkan perekonomian daerah, terutama melalui sektor UMKM.
“Saya berharap peserta untuk dapat bersungguh-sungguh dalam pelatihan ini, catatlah semua ilmu sebanyak-banyaknya agar bisa menghasilkan produk yang terbaik,” pungkas M Zein.
Editor: Dahlan













