KUALASIMPANG – Tim dosen Universitas Samudra (Unsam) Langsa menghadirkan inovasi teknologi pengolahan limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomi di Desa Sidodadi, Kota Langsa, Jumat (21/8/2026). Inovasi ini digagas guna mengatasi persoalan tingginya volume sampah plastik yang sebelumnya kerap dibakar secara terbuka atau menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) tanpa penanganan optimal.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Unsam, Dr. Ir. Rita Syntia, S.T., M.M., IPU., ASEAN.Eng., menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk mendorong pengelolaan limbah anorganik agar memiliki nilai tambah sekaligus menekan tingkat pencemaran lingkungan.
“Berangkat dari keprihatinan atas minimnya pengolahan limbah anorganik bernilai tambah yang berpotensi mencemari ekosistem, tim pengabdi melaksanakan program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM),” ujar Rita, Jumat (21/8/2026).
Program yang bertajuk “Implementasi Teknologi Pengolahan Sampah Plastik Berbasis IoT dan Filtrasi Karbon untuk Penguatan Ekonomi Sirkular di Langsa” ini memperoleh dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Kontrak Induk Nomor 186/C3/DT.05.00/PM/2026 serta Kontrak Turunan LPPM Universitas Samudra Nomor 616/DST/UN54.6/PM.01.02/2026.
Inovasi Mesin Lintas Disiplin
Tim akademisi lintas disiplin Unsam dipimpin oleh Rita Syntia, didampingi Muhammad Isra, S.T., M.T., dan Ade Zulkarnain Hasibuan, S.T., M.Kom. Kolaborasi ini sukses menciptakan mesin pencetak dan pelebur sampah plastik terpadu yang dirancang aman bagi operator, hemat energi, serta ramah lingkungan.
Sistem Kendali Suhu Digital (IoT): Memungkinkan pemantauan proses pemanasan secara real-time dan presisi untuk menjaga kualitas polimer plastik.
Sistem Filtrasi Karbon Aktif: Bertugas menyerap bau dan gas beracun hasil peleburan limbah tutup botol plastik jenis High-Density Polyethylene (HDPE) dan Polypropylene (PP), sehingga meminimalkan risiko pencemaran udara.
Mendorong Ekonomi Sirkular Masyakat
Melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan, warga Desa Sidodadi kini dibekali keterampilan memilah serta mengolah sampah plastik menjadi papan komposit dan ubin artistik bermotif marmer atau granit. Hasil daur ulang bernilai estetika tinggi ini dapat dimanfaatkan untuk pembuatan furnitur, ornamen dinding, meja kafe, hingga aneka kerajinan kreatif.
Inovasi ini diharapkan mampu menguraikan permasalahan sampah plastik di Kota Langsa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi sirkular masyarakat setempat secara berkelanjutan. (*)
Editor: Dahlan











