Banda Aceh – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Ketua Baitul Mal Banda Aceh, Dr. Yusuf Al-Qardhaway, MH, menyampaikan ucapan “Marhaban ya Ramadhan” kepada seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Kota Banda Aceh. Ucapan tersebut disampaikan melalui sebuah pesan visual yang sarat makna dan ajakan untuk memperkuat keimanan serta kepedulian sosial.
Dalam pesannya, Dr. Yusuf menegaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan paling mulia di antara sebelas bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah SWT mewajibkan umat Islam untuk menunaikan ibadah puasa sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183. Ayat tersebut menjadi landasan utama kewajiban berpuasa sebagai bentuk ketaatan dan upaya meningkatkan derajat ketakwaan kepada Allah SWT.
“Allah memberikan satu bulan paling mulia dari sebelas bulan yang lainnya, dan di bulan ini Allah mewajibkan kepada seluruh umat muslim untuk berpuasa sesuai dalam firman-Nya,” demikian kutipan pesan yang disampaikan.
Momentum Ramadhan, menurutnya, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi ruang pembinaan spiritual, penguatan akhlak, serta peningkatan solidaritas sosial. Sebagai lembaga yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, Baitul Mal Banda Aceh memiliki peran strategis dalam memastikan distribusi bantuan kepada mustahik berjalan optimal, terlebih di bulan penuh berkah.
Ramadhan juga identik dengan meningkatnya kepedulian masyarakat untuk berbagi kepada sesama. Tradisi berbagi takjil, santunan anak yatim, hingga penyaluran zakat fitrah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial keagamaan masyarakat Aceh. Dalam konteks ini, Baitul Mal Banda Aceh diharapkan dapat menjadi jembatan antara para muzakki dan penerima manfaat, sehingga keberkahan Ramadhan dapat dirasakan secara merata.
Selain itu, Dr. Yusuf turut mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum introspeksi diri, memperbanyak ibadah, mempererat silaturahmi, serta memperkuat semangat gotong royong. Ia berharap Ramadhan tahun ini membawa kedamaian, keberkahan, dan peningkatan kualitas keimanan bagi seluruh warga.
Dengan latar nuansa islami bernuansa hijau dan emas, pesan “Marhaban ya Ramadhan 1447 H | 2026 M” menjadi simbol sukacita dalam menyambut bulan suci. Harapannya, semangat Ramadhan tidak hanya berhenti pada seremoni ucapan, tetapi benar-benar terimplementasi dalam tindakan nyata yang membawa manfaat luas bagi masyarakat.
Ramadhan adalah bulan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Momentum ini menjadi kesempatan emas bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebajikan. Ajakan Ketua Baitul Mal Banda Aceh tersebut diharapkan mampu menggugah kesadaran kolektif masyarakat untuk bersama-sama mengisi bulan suci dengan amal terbaik.(**)
Editor: Dahlan









