Home / Parlementarial / Pemerintah

Rabu, 29 April 2026 - 20:55 WIB

Ketua DPRK Banda Aceh Kecam Keras Kekerasan Anak di Day Care Syiah Kuala, Desak Evaluasi Total

REDAKSI

Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah kecam kekerasan bayi 18 bulan di daycare, minta usut tuntas dan benahi pengawasan daycare-TK agar tak terulang, Rabu 29/04/2026.

Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah kecam kekerasan bayi 18 bulan di daycare, minta usut tuntas dan benahi pengawasan daycare-TK agar tak terulang, Rabu 29/04/2026.

Banda Aceh – Dugaan tindak kekerasan terhadap seorang bayi berusia 18 bulan yang terjadi di sebuah tempat penitipan anak (day care) di Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, memicu reaksi keras dari legislatif. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, mengecam keras insiden tersebut dan meminta pengusutan tuntas secara hukum.

Peristiwa yang mencuat ke publik dalam beberapa hari terakhir ini telah menjadi perhatian luas masyarakat Aceh. Irwansyah menegaskan bahwa keluarga korban harus mendapatkan keadilan yang seutuhnya, sementara pelaku harus dijatuhi sanksi hukum yang setimpal dengan perbuatannya.

Irwansyah mengaku sangat miris saat mengetahui adanya tindakan kekerasan di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak-anak. Menurutnya, pengasuh memegang amanah besar dari orang tua untuk memberikan perlindungan dan kasih sayang, bukan justru melakukan tindakan tidak terpuji, apalagi terhadap balita yang masih berusia 18 bulan.

Baca Juga :  Pj Bupati Aceh Besar Hadiri Muswil III DMI Aceh

“Kita sangat menyayangkan kejadian ini. Anak-anak yang dititipkan adalah generasi masa depan Banda Aceh dan Aceh secara umum. Bisa jadi mereka kelak menjadi pemimpin, tokoh masyarakat, atau akademisi. Karena itu, pengawasan terhadap tempat penitipan anak harus benar-benar diperketat,” ujar Irwansyah.

Lebih lanjut, politisi muda PKS ini menilai insiden memilukan tersebut harus menjadi momentum bagi Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh untuk melakukan pembenahan sistemik secara menyeluruh. Hal ini mencakup pengawasan ketat mulai dari tingkat day care hingga Taman Kanak-kanak (TK).

Baca Juga :  Komit Kendalikan Inflasi, Pemkab Aceh Besar Terus Pantau Dinamika Harga Pasar

Beberapa poin krusial yang disoroti oleh Ketua DPRK antara lain:

  • Peningkatan standar prosedur operasional dalam menangani anak.
  • Seleksi ketat terhadap kriteria dan latar belakang pengasuh agar tidak dilakukan secara sembarangan.
  • Memastikan aspek sanitasi, pengelolaan limbah, kebersihan, dan kelayakan fasilitas fisik sesuai standar keamanan anak.

Di sisi lain, Irwansyah memberikan apresiasi kepada jajaran Polresta Banda Aceh dan Pemerintah Kota Banda Aceh atas respons cepat mereka dalam menangani kasus ini. Hingga saat ini, diketahui enam orang saksi telah diperiksa, termasuk terduga pelaku utama.

Sebagai langkah tegas dari pihak internal, pengelola day care dilaporkan telah memberhentikan pengasuh yang diduga melakukan kekerasan tersebut. Selain itu, dua pengasuh lain yang berada di lokasi saat kejadian juga diberhentikan karena dianggap lalai dan membiarkan kekerasan itu terjadi tanpa melakukan pencegahan.

Baca Juga :  Bupati Syech Muharram akan Gelar Apel Akbar Bersama Keuchik dan Mukim Se-Aceh Besar

Menutup pernyataannya, Irwansyah berharap agar proses hukum yang sedang berjalan dapat memberikan rasa keadilan bagi korban dan menjadi pelajaran berharga bagi institusi pendidikan serta penitipan anak lainnya di Banda Aceh.

“Saya harap peristiwa serupa tidak kembali terulang di Banda Aceh. Ini harus menjadi yang terakhir dan tidak boleh ada anak lain yang mengalaminya. Kejadian ini adalah alarm bagi kita semua untuk meningkatkan pengawasan ke depan,” pungkasnya.

Kasus ini kini sepenuhnya dalam penanganan pihak kepolisian setelah sebelumnya video rekaman kejadian tersebut sempat beredar luas dan menuai kecaman keras dari berbagai lapisan masyarakat.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Ketua DPRA dan Plt Sekda Bahas Sumbatan Realisasi APBA 2025

Parlementarial

DPR Aceh Desak Pansus Usut Lambatnya Bantuan Korban Banjir

Parlementarial

Anggota DPRA Bunda Salma Berikan Semangat dan Bantuan untuk Anak-anak Kanker Jelang Idul Adha

Parlementarial

Anggota DPRA Minta Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Ditertibkan dan Segera di Selesaikan

Parlementarial

DPRA Desak BPK Periksa Kembali 22 Paket Proyek di Aceh

Aceh

Peringatan HKSJ Digelar di Aceh, Pemerintah Aceh Komitmen Perkuat Sistem Layanan Kesehatan Jiwa 

Daerah

Sekda Aceh Bahas Penanganan Banjir Bersama Bupati Aceh Timur

Pemerintah

Plt. Kadisdik Aceh: Guru Tak Hanya Mengajar, Tapi Menuntun ke Surga