Home / Aceh / Peristiwa

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:49 WIB

Innalillahi, Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah “Abu Doto” Wafat di Usia 86 Tahun

REDAKSI

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah "Abu Doto", negosiator MoU Helsinki & pejuang perdamaian, wafat 13/6/2026 usia 86 tahun.

Banda Aceh — Kabar duka menyelimuti masyarakat Serambi Mekah. Mantan Gubernur Aceh, Dr. ddr. H. Zaini Abdullah, dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu dini hari, 13 Juni 2026.

Tokoh penting dalam sejarah perdamaian Aceh tersebut mengembuskan napas terakhirnya dalam usia 86 tahun setelah sempat menjalani perawatan medis akibat penurunan kondisi kesehatan.

Informasi kepergian tokoh yang akrab disapa Abu Doto ini dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan kerabat dekatnya di Banda Aceh. Menurut perwakilan keluarga, Abu Doto meninggal dunia dengan tenang pada awal pagi hari, dikelilingi oleh keluarga tercinta.

Zaini Abdullah bukan sekadar mantan pejabat publik; beliau adalah pilar sejarah modern Aceh. Lahir di Pidie pada 24 April 1940, pria yang berlatar belakang dokter spesialis ini mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk memperjuangkan nasib rakyat Aceh, baik di masa konflik maupun di masa damai.

Baca Juga :  Kebakaran Hanguskan Lima Ruang SDN 5 Kuta Makmur, Kerugian Capai Rp650 Juta

Selama masa konflik bersenjata, Abu Doto merupakan salah satu tokoh senior Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan menjabat sebagai Menteri Kesehatan serta Menteri Luar Negeri GAM saat berada di pengasingan, Swedia. Bersama almarhum Hasan di Tiro, ia menjadi negosiator ulung yang membidani lahirnya Kesepakatan Damai Helsinki (MoU Helsinki) pada 15 Agustus 2005, yang mengakhiri konflik tiga dekade di Aceh.

Setelah perdamaian tercipta, Zaini Abdullah kembali ke tanah air untuk membangun Aceh melalui jalur demokrasi.

Gubernur Aceh (2012–2017): Berpasangan dengan Muzakir Manaf (Mualem), Abu Doto terpilih menjadi Gubernur Aceh dalam Pilkada 2012. Selama lima tahun kepemimpinannya, ia fokus pada rehabilitasi pasca-konflik, penguatan syariat Islam, serta pembangunan infrastruktur monumental.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Patroli Udara untuk Lihat Langsung Situasi Pascabanjir

Renovasi Masjid Raya Baiturrahman: Salah satu warisan terbesarnya adalah perluasan dan modernisasi lanskap Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, dengan menghadirkan payung-payung elektrik raksasa layaknya Masjid Nabawi di Madinah, yang kini menjadi ikon kebanggaan masyarakat Aceh.

Kepergian Abu Doto menyisakan kesedihan mendalam bagi publik Aceh dan nasional. Sejak sabtu pagi, rumah duka yang terletak di kawasan Banda Aceh mulai didatangi oleh para pelayat, mulai dari pejabat pemerintah, tokoh adat, mantan kombatan, hingga masyarakat umum.

Pemerintah Aceh menyampaikan rasa kehilangan yang amat dalam atas berpulangnya sang tokoh bangsa.

“Aceh kehilangan salah satu putra terbaiknya. Abu Doto adalah mentor, pejuang perdamaian, dan pemimpin yang gigih. Dedikasi beliau untuk perdamaian dan pembangunan Aceh akan selalu dicatat dalam sejarah emas daerah ini,” ujar salah satu perwakilan Pemerintah Aceh dalam pernyataan resminya.

Baca Juga :  Soroti Polemik JKA, Kadisdik Aceh Beri Perspektif Terkait Penurunan Kapasitas Fiskal Daerah

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka untuk memberikan kesempatan bagi kerabat dan masyarakat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Prosesi pemakaman direncanakan berlangsung pada hari yang sama, Sabtu (13/6/2026) siang, setelah salat jenazah dilaksanakan secara berjamaah. Almarhum rencananya akan dimakamkan di tempat pemakaman keluarga dengan prosesi penghormatan yang layak bagi seorang tokoh besar yang telah mewariskan kedamaian abadi bagi bumi Serambi Mekah.

Selamat jalan, Abu Doto. Dedikasi dan perjuanganmu untuk Aceh yang damai dan bermartabat akan selalu abadi di hati rakyat.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Ketua Komisi VI DPRA Desak Investigasi Tuntas Ledakan KMP Aceh Hebat 2

Aceh

Plt Sekda Lepas Kontingen FORNAS 2025 ke NTB, Bawa Misi Budaya dan Sportivitas

Aceh Barat

Bayi Perempuan Mungil Ditemukan di Teras Rumah,Warga Aceh Barat Berdatangan Untuk Mengadopsi

Peristiwa

Belum Pulih dari Banjir, Warga Peunaron Kembali Diuji: 11 Rumah Hangus Dilalap Api

Aceh

Pembunuhan di Aceh Timur: Korban Dibacok, Pelaku Menyerahkan Diri

Aceh

Tuntutan Kemandirian Energi dan Ekonomi Aceh Pasca-Banjir dan Longsor: PAMI Desak Pemerintah Ambil Langkah Strategis

Peristiwa

Kecelakaan Maut di Bakongan Timur, Minibus Hiace Ringsek Usai Hantam Truk Fuso

Aceh

PT. Solusi Bangun Andalas Gelar FKM 2025, Ajak Masyarakat Evaluasi dan Tingkatkan Program CSR