Home / Politik

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:42 WIB

Lebaran di Depan Mata, Belanja Pemerintah Masih Wacana

Redaksi

Ketua Laskar Panglima Nanggroe, Sulaiman Manaf,

Ketua Laskar Panglima Nanggroe, Sulaiman Manaf,

Banda Aceh – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2026 dinilai belum menunjukkan pergerakan signifikan di lapangan. Kondisi ini menuai sorotan dari berbagai elemen masyarakat sipil, termasuk Laskar Panglima Nanggroe, yang menilai percepatan belanja pemerintah daerah hingga kini masih sebatas wacana.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh menyatakan komitmennya untuk mempercepat realisasi APBA 2026 pada triwulan pertama tahun anggaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya menjelang momentum Ramadan dan Idulfitri. Percepatan belanja disebut menjadi salah satu strategi untuk menjaga daya beli masyarakat serta menggerakkan sektor riil melalui proyek-proyek pemerintah. Namun di lapangan, realisasi tersebut dinilai belum berjalan optimal.

Baca Juga :  Pemerintah Didesak Tetapkan Narkotika sebagai Bahaya Laten Bangsa

Ketua Laskar Panglima Nanggroe, Sulaiman Manaf, mengungkapkan bahwa pihaknya memperoleh informasi di sejumlah Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) hingga kini belum menetapkan secara jelas Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menghambat realisasi paket kegiatan maupun proyek yang bersumber dari APBA 2026.
Hal tersebut disampaikan Sulaiman Manaf di Banda Aceh, Kamis, 26 Februari 2026.

Baca Juga :  Plt Sekda Hadiri Paripurna DPRA, Tetapkan Peraturan Tatib DPR Aceh

“PPTK-nya saja tidak jelas, bagaimana mungkin kita bicara percepatan realisasi APBA,” ujar Sulaiman yang akrab disapa Bos Manyak.
Ia menilai, mandeknya pelaksanaan APBA berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi masyarakat Aceh yang saat ini tengah menghadapi tekanan berlapis. Selain dampak bencana alam di sejumlah wilayah, perlambatan belanja pemerintah turut memperburuk situasi ekonomi yang sudah lesu di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Sulaiman juga menyoroti indikasi tidak meratanya distribusi paket pekerjaan di lingkungan SKPA. Ia menyebutkan, sejumlah paket kegiatan diduga hanya berputar di kalangan tertentu, sehingga tidak memberi ruang yang adil bagi rekanan lain untuk berpartisipasi dalam proyek pemerintah daerah.

Baca Juga :  Denny Charter Soroti Normalisasi KKN dan Dugaan “Cuci APBN” Lewat Program MBG

Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak kontraktor lokal hanya bisa “gigit jari” di tengah minimnya peluang kerja, meskipun secara administratif terdapat kontrak yang berjalan.

“Kalaupun ada kontrak, hanya di permukaan saja. Intinya banyak yang hanya pinjam perusahaan. Sistemnya sudah rusak,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Aceh belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut terkait perkembangan terbaru realisasi APBA menjelang Lebaran tahun ini. (R)

Share :

Baca Juga

Nasional

Wakil Gubernur Aceh bersama Wali Nanggroe Aceh dan Akademisi Bertemu SBY Bahas 20 Tahun Perdamaian Aceh dan Revisi UUPA

Parlementarial

Komisi I DPRA Aceh Terima Aksi Damai Non-ASN, Ceulangiek: Hak Mereka Harus Diperjuangkan

Politik

Lambatnya Pemulihan Pascabencana di Aceh Picu Kekecewaan Warga dan Aktivis

Politik

Ketua DPW PAN Aceh: Aplikasi Polri Presisi Mudahkan Pelayanan kepada Masyarakat  

Parlementarial

Anggota DPRA Fuadri: Razia Kendaraan Plat BL di Sumut Bisa Ganggu Hubungan Antarwarga

Daerah

Sengketa Pilkada Aceh Timur 2024 Disidangkan di MK Besok

Politik

Ketua DPA Laskar Panglima Nanggroe Ajak Rakyat Aceh Jaga Mualem dari Upaya Pembunuhan Karakter

Nasional

Wali Nanggroe Temui Mendagri Tito Karnavian Bahas Masa Depan Aceh