Meureudu – Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, menghadiri langsung kegiatan penyerahan 11 ekor sapi Meugang dari Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS kepada masyarakat pengungsi pascabanjir di Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (17/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di sejumlah titik pengungsian sebagai bagian dari upaya pemulihan sosial dan ekonomi warga terdampak.
Turut hadir dalam kegiatan itu Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA, Paping STIK Kombes Pol Fahmi Reza, perwakilan Dandim 0102 Pidie Mayor Inf Ruslan, Wakil Ketua II DPRK Pidie Jaya Rusydi Abdullah, perwakilan Kajari Pidie Jaya H. Jul Fikri, pejabat utama Polres Pidie Jaya, serta mahasiswa PTIK Angkatan 83/WPS.
Sebanyak 11 ekor sapi disalurkan kepada pengungsi yang tersebar di 10 gampong dalam empat kecamatan terdampak banjir, yakni Kecamatan Meureudu, Meurah Dua, Bandar Dua, dan Trienggadeng.
Di Kecamatan Meureudu, bantuan diberikan kepada Gampong Manyang Cut sebanyak dua ekor sapi—satu ekor dibagikan kepada warga dan satu ekor dimasak untuk makan bersama—serta masing-masing satu ekor untuk Gampong Mesjid Tuha, Blang Awe, dan Meunasah Lhok.
Di Kecamatan Meurah Dua, masing-masing satu ekor sapi diserahkan kepada Gampong Pante Beurene, Dayah Kruet, dan Genteng. Sementara di Kecamatan Bandar Dua, bantuan diberikan kepada Gampong Babah Krueng dan Blang Dalam masing-masing satu ekor. Adapun di Kecamatan Trienggadeng, satu ekor sapi diserahkan kepada Gampong Teungkluet.
Penyerahan sapi Meugang ini tidak hanya bertujuan membantu meringankan beban ekonomi warga terdampak banjir, tetapi juga menjaga tradisi Meugang sebagai kearifan lokal masyarakat Aceh menjelang hari besar keagamaan.
Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu menyampaikan apresiasi atas kepedulian Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa pemulihan.
“Ini merupakan wujud sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat dalam membantu warga terdampak banjir, sekaligus memastikan tradisi Meugang tetap terlaksana meski dalam situasi sulit,” ujarnya.
Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi menambahkan, khusus di Gampong Manyang Cut, satu ekor sapi yang disembelih langsung dimasak bersama oleh mahasiswa STIK bersama masyarakat. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa KKN dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Syiah Kuala.
“Kegiatan makan bersama ini menjadi simbol kebersamaan dan solidaritas dalam masa pemulihan pascabanjir,” kata AKP Mahruzar.
Melalui aksi sosial ini, diharapkan kehadiran mahasiswa STIK dan jajaran Polres Pidie Jaya dapat menghadirkan semangat serta harapan baru bagi masyarakat, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga di tengah proses pemulihan pascabencana.(**)
Editor: Dahlan









