Pidie jaya – Malam pertama Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, diwarnai dengan banjir susulan yang kembali merendam sejumlah desa dan membuat warga panik. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke permukiman masyarakat.
Banjir susulan ini terutama terjadi di wilayah Kecamatan Meurah Dua, dengan beberapa desa terdampak di antaranya Desa Pante Beureune, Desa Dayah Husen, dan Desa Meunasah Mancang. Air mulai masuk ke rumah warga sekitar malam hari setelah hujan dengan intensitas tinggi berlangsung selama beberapa jam.
Menurut keterangan warga, kondisi air meningkat dengan cepat sehingga sebagian masyarakat harus mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi. Ketinggian air di beberapa titik dilaporkan mencapai 30 hingga 60 sentimeter, merendam halaman rumah hingga masuk ke dalam rumah warga.
Situasi banjir yang kembali terjadi pada malam pertama Ramadan membuat warga diliputi kekhawatiran, mengingat sebelumnya wilayah tersebut juga sempat dilanda banjir akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Selain mengganggu aktivitas ibadah Ramadan, genangan air juga berdampak pada aktivitas masyarakat yang baru saja bersiap menjalani hari pertama puasa.
Sejumlah warga terlihat berjaga di sekitar rumah masing-masing untuk memantau perkembangan debit air sungai. Mereka khawatir hujan yang masih berpotensi turun dapat memperparah kondisi banjir. Hingga Rabu malam (18 Februari 2026), air masih menggenangi beberapa kawasan permukiman, meskipun arus air relatif tenang.
Masyarakat berharap kondisi cuaca segera membaik agar banjir cepat surut dan aktivitas dapat kembali normal, terutama dalam menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih khusyuk.(**)
Editor: Dahlan









