Home / Berita

Kamis, 10 September 2026 - 12:37 WIB

Memasuki Satu Dekade, Aceh Culinary Festival 2026 Hadir dengan Konsep Kolaboratif Tanpa APBA

REDAKSI

Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 kembali digelar 11-14 September 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh.

Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 kembali digelar 11-14 September 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh.

BANDA ACEH — Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 menandai babak baru penyelenggaraan salah satu hallmark event Aceh yang telah empat kali masuk dalam daftar Top 10 event daerah terbaik Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI.

Founder sekaligus Festival Director Aceh Culinary Festival, Wan Windi Lestari mengatakan memasuki satu dekade penyelenggaraannya, ACF membuka ruang lebih luas bagi komunitas dan berbagai inisiatif kreatif untuk terlibat dalam perayaan kuliner Aceh. Festival yang sempat vakum selama dua tahun itu kini kembali dengan konsep kolaboratif melalui ACF Kolektif.

“ACF pertama kali digelar pada 2014 sebagai bazar kuliner sehari. Seiring waktu, kegiatan tersebut berkembang menjadi festival tahunan yang melibatkan 23 kabupaten/kota di Aceh, lebih dari 120 UMKM kuliner dari Aceh dan Sumatera, serta lebih dari 20 komunitas dan inisiatif kreatif dari Aceh, Jakarta, dan Bali,” kata Windi, saat konferensi pers di Banda Aceh, Rabu sore, 9 September 2026.

Dia menjelaskan acara ini tidak hanya dinantikan masyarakat Aceh, tetapi juga mulai menarik perhatian pelaku dan pemerhati gastronomi dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga :  Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Salat Idul Fitri di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Penyelenggaraan Mandiri Tanpa APBA

Bahkan, dia mengatakan ACF 2026 menjadi seri pertama yang diselenggarakan tanpa alokasi APBA.

Dukungan Pemerintah: “Kontribusi Pemerintah Aceh tidak melulu harus berupa anggaran. Saat ini Pemerintah Aceh tetap hadir sebagai strategic partner dan mengayomi gerakan kolektif yang kami gagas,” kata Windi.

Menurutnya, skema kolektif justru memberikan ruang yang lebih luas bagi ACF untuk bergerak secara lugas dan fleksibel, sekaligus menjadikan festival tersebut sebagai platform kolaborasi yang lebih inklusif.

“ACF sejak awal adalah karya bersama kami dan Disbudpar Aceh. Saat itu bersama Bapak Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Bapak Reza Fahlevi, yang sekarang menjadi Plt Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata RI. Setelah sembilan tahun, kini ACF akan menjadi program publik di bawah ACF Kolektif dan membuka ruang kolaborasi sebesar-besarnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Perketat Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Polresta Banda Aceh Gelar Razia Terpadu KRYD

Didukung Puluhan Komunitas dan Inisiatif Kreatif

Saat ini, lebih dari 20 komunitas, lini, dan inisiatif kreatif telah menjadi bagian dari ACF Kolektif. Di antaranya:

  • Indonesia Gastronomy Network
  • Wonderful Indonesia Gastronomy
  • Dewan Kuliner Indonesia
  • Kelas Pagi Pangan
  • Rumah Intaran
  • Pengalaman Rasa Gastronomy
  • Sanger Day
  • Ikatan Ahli Boga Aceh
  • Ribunara Permakultur Initiative
  • Hip Hop Jam 13 Regional Competition
  • Komunitas Saleum, Aceh Bermain, Koskah, Sahabat Hijau, Komunitas Melati
  • Gampong Fotoyu Aceh, Kompakers Aceh, Lari5KmPhoto5Gb
  • Wisata Aceh, Aceh Food Guide, UMKM Banda Aceh, Kuliner Banda Aceh
  • Classic Photobooth, Tuah Serigrafia, Kreasi Baru, Amel Group, Rumah Produksi Timur Djauh
  • Aceh Kini, Harian Serambi Indonesia, dan promotor event EXO Production.

Pelestarian Kuliner dan Perlindungan HAKI

Menjadikan Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh sebagai home venue, ACF tetap berfokus pada upaya preservasi kuliner tradisional Aceh. Festival ini juga diarahkan menjadi ekosistem kreatif sekaligus pusat studi gastronomi Aceh.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menjadikan penyelenggaraan ACF sebagai bagian dari upaya revitalisasi dan reaktivasi Taman Ratu sebagai kawasan budaya berbasis ekonomi kreatif.

Baca Juga :  Disdik Aceh Dorong Prestasi Siswa OSN Lewat Kelas Lanjutan dan Komunitas Belajar

Komitmen tersebut turut diperkuat melalui perlindungan resmi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas identitas merek dan karya kreatif penyelenggaraan Aceh Culinary Festival. Dalam sertifikat HAKI tersebut, Wan Windi Lestari tercatat sebagai founder dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh sebagai co-founder.

Windi berharap skema kolektif tersebut dapat terus dipertahankan dalam penyelenggaraan ACF pada tahun-tahun mendatang.

Jadwal dan Pelaksanaan Acara

Ragam kontribusi komunitas dan inisiatif kreatif dalam ACF Kolektif akan diumumkan dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 9 September 2026, di Museum Aceh-History Cafe dan Resto, pukul 16.30 WIB. Konferensi pers tersebut dihadiri ACF Kolektif bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

Aceh Culinary Festival 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11–14 September 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh. Festival tersebut juga akan dihadiri Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa.***

Penulis: Nazarullah

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Berita

Gubernur Aceh Luncurkan Aplikasi SIKULA, Dorong Digitalisasi Pengelolaan Tugas Belajar ASN

Berita

Nataru 2024-2025 Bandara Sultan Iskandar Muda Siap dan Tingkatkan Layanan Terbaik

Berita

Plt Sekda Aceh Terima Silaturahmi Pengurus Forum Backstagers Indonesia 

Aceh Besar

Manfaatkan Dana Desa, Gampong Lam Rukam Bangun Sarana Olahraga

Berita

Gubernur Aceh Sambut Kedatangan Kepala Kejati Baru di Bandara SIM

Berita

Kapolda Aceh Cek Pos Pelayanan Ops Lilin Seulawah 2024 di Sabang

Berita

Bupati Syech Muharram Hadiri Sertijab Dandim 0101/KBA

Berita

Wakil Bupati Aceh Besar Ikuti Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah Ke-29 Secara Virtual