Home / Pemerintah

Sabtu, 17 Januari 2026 - 20:13 WIB

Mendagri Minta Tambahan Personel TNI-Polri dan Taruna untuk Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh

Redaksi

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (15/1/2026), membahas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, khususnya Aceh Tamiang.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (15/1/2026), membahas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, khususnya Aceh Tamiang.

JAKARTA — Pemerintah pusat terus memperkuat langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera, khususnya Provinsi Aceh. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta tambahan personel dari TNI, Polri, serta berbagai sekolah kedinasan guna mempercepat pemulihan daerah terdampak bencana, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang.

Permintaan tersebut disampaikan Tito Karnavian saat memimpin rapat koordinasi penanganan bencana yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Kamis, 15 Januari 2026. Dalam rapat itu, Tito memaparkan kondisi terkini pemerintahan daerah di wilayah terdampak serta kebutuhan mendesak di lapangan.

Menurut Tito, secara umum roda pemerintahan kabupaten/kota di wilayah terdampak bencana masih berjalan dengan baik. Namun, Aceh Tamiang menjadi satu-satunya daerah yang sempat mengalami kelumpuhan total akibat dampak bencana yang cukup parah.

“Untuk pemerintahan kabupaten, semuanya berjalan lancar, kecuali Aceh Tamiang. Aceh Tamiang kemarin betul-betul down, baik kantor bupatinya maupun dinas-dinasnya,” ujar Tito.

Baca Juga :  Kaban Kesbangpol Aceh Besar Ikuti Rakor Persiapan HUT Ke-80 RI secara Virtual

Ia menjelaskan, lumpur tebal yang menggenangi perkantoran dan permukiman warga membuat aktivitas pemerintahan tidak dapat berjalan normal. Kondisi ini berdampak langsung pada pelayanan publik dan penanganan kebutuhan masyarakat terdampak.

Namun demikian, Tito menyebut kondisi Aceh Tamiang kini mulai berangsur pulih setelah mendapatkan penguatan personel dari berbagai instansi. Pemerintah pusat telah mengerahkan TNI dan Polri, serta ribuan taruna dari sejumlah lembaga pendidikan kedinasan untuk membantu penanganan di lapangan.

“Sudah dibantu TNI, Polri, kemudian 1.100 lebih praja IPDN. Dari Kementerian Hukum ada sekitar 500 taruna dari Politeknik Ilmu Pemasyarakatan dan Ilmu Kepolisian. Ditambah lagi 1.142 personel dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ungkapnya.

Penguatan personel tersebut dinilai sangat membantu, terutama dalam membersihkan lumpur di perkantoran pemerintahan, fasilitas umum, hingga rumah-rumah warga yang terdampak.

Dalam waktu dekat, Aceh Tamiang juga dipastikan akan kembali menerima tambahan personel melalui kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitarda). Kegiatan ini melibatkan taruna dari berbagai akademi TNI dan Polri yang akan diterjunkan langsung ke daerah terdampak bencana.

Baca Juga :  Gubernur Aceh: Terima Kasih, Bang Safrizal Betul-Betul Senior Aceh di Kemendagri

“Minggu depan saya dengar akan ada Latsitarda dari akademi TNI dan Polri, total sekitar 2.000 orang. Sebagian besar akan diturunkan ke Aceh Tamiang, kemudian sebagian ke Aceh Timur, Aceh Utara, dan Pidie,” kata Tito.

Ia menambahkan, para taruna tersebut tidak hanya ditempatkan di pos-pos tertentu, tetapi akan bekerja langsung di tengah masyarakat. Mereka akan menyasar wilayah permukiman yang sulit dijangkau alat berat, seperti gang-gang sempit dan kawasan padat penduduk.

“Para taruna akan diterjunkan langsung ke wilayah yang terdampak lumpur dan bekerja secara door to door membersihkan rumah warga,” jelasnya.

Tito juga membuka peluang bagi sekolah kedinasan lain untuk ikut berkontribusi dalam penanganan pascabencana. Menurutnya, kebutuhan tenaga di lapangan masih sangat besar, sehingga keterlibatan lintas kementerian dan lembaga sangat dibutuhkan.

Baca Juga :  DPRA Selesaikan Pembahasan Qanun Baitul Mal, Siap Disahkan

“Kalau ada lagi sekolah kedinasan yang mau mengirim personel, silakan. Dari Kementerian Perhubungan juga banyak, kemudian Sekolah Tinggi Intelijen Negara juga punya banyak pasukan,” ujarnya.

Meski demikian, Tito menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak bisa sepenuhnya mengandalkan alat berat. Alat berat memang dibutuhkan untuk membersihkan jalan utama dan fasilitas umum, namun untuk kawasan permukiman warga dibutuhkan tenaga manusia yang cukup banyak.

“Alat berat perlu untuk jalan dan fasilitas umum, tapi untuk masuk ke rumah-rumah warga, ke gang-gang sempit, itu tidak bisa hanya mengandalkan mesin,” pungkasnya.

Pemerintah berharap dengan tambahan ribuan personel tersebut, proses pemulihan di Aceh, khususnya Aceh Tamiang, dapat berjalan lebih cepat sehingga aktivitas pemerintahan dan kehidupan masyarakat bisa kembali normal.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Muharram Idris Lantik dr. Bunaiya Sebagai Direktur RSUD Aceh Besar

Aceh

Aceh Raih Penghargaan Wirasena 2025 atas Capaian Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2024

Aceh Besar

Ketua TP PKK Aceh Besar Serahkan Bantuan Masa Panik Korban Rumah Rusak di Lampasi Engking

Pemerintah

Pegawai PPPK Dishub Aceh Diminta Jaga Integritas dan Utamakan Pelayanan Publik

Pemerintah

Pj Gubernur Safrizal Buka Festival Kopi Koetaradja

Aceh Besar

Wakili Pj Bupati, Sekda Aceh Besar Hadiri Silaturrahmi Bersama Menteri Kebudayaan RI

Pemerintah

Pembuatan Akun SPMB Diperpanjang hingga Besok, Kadisdik Aceh Ingatkan Larangan Pungli

Aceh Besar

Lantik 42 Pejabat Fungsional, Sekda Aceh Besar Tekankan Pentingnya Kedisiplinan dan Komunikasi yang Baik