Home / Pemerintah

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:17 WIB

Wali Nanggroe Terima Audiensi KPI Aceh, Dukung Regulasi Penyiaran Digital

Redaksi

Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar, menerima audiensi Komisi Penyiaran Indonesia Aceh (KPIA) di Aceh Besar, Rabu (28/1/2026), membahas pentingnya regulasi penyiaran digital guna menjaga moral generasi muda Aceh.

Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar, menerima audiensi Komisi Penyiaran Indonesia Aceh (KPIA) di Aceh Besar, Rabu (28/1/2026), membahas pentingnya regulasi penyiaran digital guna menjaga moral generasi muda Aceh.

Aceh Besar – Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar menerima audiensi Komisi Penyiaran Indonesia Aceh (KPIA) dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Aceh Besar, Rabu (28/1/2026). Pertemuan ini membahas perkembangan dunia penyiaran di era digital serta pentingnya regulasi terhadap konten berbasis internet yang semakin masif.

Dalam audiensi tersebut, Wali Nanggroe menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah KPI Aceh dalam memperkuat pengawasan dan pengaturan penyiaran, khususnya pada platform digital dan media internet. Ia menilai bahwa transformasi teknologi informasi saat ini membawa tantangan besar bagi masyarakat, terutama generasi muda Aceh.

Baca Juga :  Ketua Kagama Aceh Hadiri Wisuda Pascasarjana UGM

Paduka Yang Mulia menegaskan bahwa ruang digital kini sangat terbuka dan mudah diakses siapa saja. Kondisi ini, menurutnya, berpotensi menghadirkan berbagai konten yang tidak selaras dengan nilai-nilai sosial, budaya, serta keacehan apabila tidak diatur secara bijaksana.

“Perkembangan teknologi digital memang memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi, tetapi di sisi lain juga dapat membawa dampak negatif jika tidak disertai pengawasan dan regulasi yang tepat,” ujar Wali Nanggroe dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga :  Aceh Kehilangan Triliun Rupiah, DPRA Desak Bangun Pelabuhan Ekspor CPO Sendiri

Ia menekankan pentingnya pengaturan penyiaran internet sebagai upaya menjaga moral dan karakter generasi muda Aceh. Menurutnya, generasi penerus harus dilindungi dari arus konten yang bertentangan dengan norma, adat, serta nilai keislaman yang menjadi identitas masyarakat Aceh.

Selain itu, Wali Nanggroe juga mengapresiasi peran KPI Aceh yang terus berupaya menjalankan fungsi pengawasan penyiaran, tidak hanya pada media konvensional seperti televisi dan radio, tetapi juga merambah pada ruang digital yang kini menjadi konsumsi utama masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, KPI Aceh turut memaparkan sejumlah program dan langkah strategis yang sedang disiapkan dalam menghadapi tantangan penyiaran berbasis internet, termasuk penguatan regulasi, literasi media, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Dukung Penanaman 10 Ribu Mangrove oleh PLN di Baitussalam

Pertemuan ini diharapkan menjadi bagian dari sinergi antara lembaga adat dan institusi penyiaran dalam menjaga marwah Aceh di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh dialog, serta diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjaga ruang penyiaran yang sehat, edukatif, dan berlandaskan nilai-nilai budaya Aceh.(**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Berita

DPRK Banda Aceh Bersuara: Gas Andaman Harus untuk Aceh Dulu

Parlementarial

Anggota Komisi VI DPRA Apresiasi Launching Rumah Singgah Griya Tuan Tapa

Aceh Besar

Buah dari Komitmen Birokrasi Melayani Dengan Sepenuh Hati

Parlementarial

Komisi II DPRA Rumuskan Rencana Aksi Cepat Penanganan Pasca-Bencana Hidrometeorologi di Aceh

Pemerintah

Hari Ini Siswa SMA dan SMK di Aceh Ikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA), Orang Tua Tidak Perlu Resah

Berita

Ada Dukungan Pemodal di Balik Masih Adanya Petani Ganja di Aceh

Parlementarial

DPRA Minta Pemerintah Aceh Perjuangkan PengembalianTanah Blang Padang

Aceh Besar

Aceh Besar Gelar Konsultasi Publik RKPD 2027