JAKARTA — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberikan penghormatan terakhir kepada seniman sekaligus kader terbaiknya, Guruh Sukarnoputra, yang meninggal dunia pada Sabtu (26/9/2026). Almarhum mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta, setelah sempat menjalani perawatan medis.
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menyatakan bahwa pihak partai memberikan instruksi khusus kepada seluruh jajaran PDIP hingga tingkat anak ranting untuk memberikan penghormatan terbaik. Selain itu, PDIP juga menetapkan pengibaran bendera partai setengah tiang selama tujuh hari sebagai bentuk duka cita.
“Sehingga seluruh jajaran PDI Perjuangan memberikan penghormatan terbaik melalui protokol partai dan akan mengibarkan bendera setengah tiang selama tujuh hari,” kata Hasto kepada wartawan.
Sosok Seniman Besar dan Pencipta Mars PDIP
Hasto mengenang almarhum Guruh Sukarnoputra sebagai sosok seniman besar, pejuang partai, serta seorang marhaenis yang telah berkontribusi banyak bagi dunia sosial dan budaya di Indonesia melalui karya-karyanya.
Di lingkup internal partai, Guruh juga memiliki rekam jejak yang sangat bersejarah, salah satunya sebagai sosok di balik terciptanya lagu Mars PDI Perjuangan.
“Mas Guruh telah memberikan warna di dalam kehidupan sosial dan budaya dengan karya-karya yang luar biasa, serta kiprahnya di PDI Perjuangan karena Mas Guruh ini yang menciptakan lagu Mars PDI Perjuangan,” ujar Hasto.
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









