Home / Politik

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:18 WIB

Wakasat Sebut Cekcok Anggota DPRD DKI dengan Polisi Sudah Damai, Tapi Penanganan Internal Belum

REDAKSI

Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Muhammad Ilham, saat memberikan keterangan terkait dugaan penerobosan jalur Transjakarta oleh oknum anggota DPRD DKI Jakarta di kawasan Pesing, Senin (6/7/2026).

Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Muhammad Ilham, saat memberikan keterangan terkait dugaan penerobosan jalur Transjakarta oleh oknum anggota DPRD DKI Jakarta di kawasan Pesing, Senin (6/7/2026).

Jakarta — Terjadinya dugaan penerobosan jalur Transjakarta dan cekcok antara seorang anggota DPRD DKI Jakarta dengan polisi di Traffic Light (TL) Pesing, Jakarta Barat, berakhir damai. Polisi menyebut pihak yang diduga sebagai anggota dewan telah menemui petugas dan menyampaikan permohonan maaf.

Hal ini oleh Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas (Wakasatlantas) Polres Metro Jakarta Barat AKP Muhammad Ilham menjawab soal pihak yang dimaksud adalah Hardiyanto Kenneth dari PDI Perjuangan (PDIP).

Penyelesaian, kata dia dilakukan secara kekeluargaan setelah yang bersangkutan menunjukkan adanya itikad baik.

‎‎”Iya, yang anggota dewan dari PDIP, Pak Kenneth. Sudah ditangani, tadi ada Transjakarta juga. Terus laporan dari anggota, itu sudah damai, saling memaafkan karena situasinya juga,” kata AKP Ilham saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).

Baca Juga :  Wali Kota Langsa Kritik Keputusan Kepala BPBD Mundur Sebelum Bantuan Tersalurkan

‎Meski telah berdamai, Ilham menegaskan proses penanganan di internal kepolisian belum sepenuhnya selesai. Laporan mengenai insiden tersebut masih disampaikan kepada Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya untuk menentukan langkah selanjutnya.

‎”Kita masih menunggu petunjuk pimpinan. Pak Kasat masih melaporkan kepada Bapak Dirlantas, sehingga keputusan selanjutnya menunggu arahan beliau. Tapi yang jelas, Pak Kenneth sudah menunjukkan itikad baik dengan bertemu langsung anggota kami,” ujarnya.

‎Berdasarkan kronologi yang diterima kepolisian, peristiwa bermula sekitar pukul 17.45 WIB, Jumat (3/7/2026) saat arus lalu lintas di kawasan TL Pesing dalam kondisi padat. Saat itu personel Satlantas Polres Metro Jakarta Barat bersama anggota TNI sedang melakukan pengaturan lalu lintas dengan menutup sementara jalur Transjakarta menggunakan water barrier sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas.

Baca Juga :  Komisi I DPRA Aceh Terima Aksi Damai Non-ASN, Ceulangiek: Hak Mereka Harus Diperjuangkan

‎Seorang pengendara mobil yang belakangan mengaku sebagai anggota dewan diduga meminta petugas membuka pembatas agar dapat melintas di jalur busway. Namun permintaan tersebut ditolak karena jalur sedang ditutup untuk kepentingan pengaturan arus kendaraan.

‎Berdasarkan laporan polisi, pengendara kemudian diduga menerobos pembatas dan terlibat adu mulut dengan petugas. Setelah sempat meninggalkan lokasi, ia kembali mendatangi anggota yang berjaga sehingga cekcok kembali terjadi.

‎Kemudia situasi sempat memanas ketika pengendara diduga mengeluarkan ucapan bernada kasar dan menantang anggota polisi. Personel TNI bersama anggota patroli kemudian turun tangan untuk melerai agar keributan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

‎AKP Ilham membenarkan, berdasarkan laporan awal anggotanya, pengendara tetap memaksa memasuki jalur Transjakarta meski telah diarahkan menggunakan lajur lain.

Baca Juga :  PKS Aceh Gelar Milad ke-24, Dorong Ketahanan Ekonomi, Pangan, dan Energi Berbasis Masyarakat

‎”Dari laporan anggota, memang seperti itu. Beliau hendak masuk ke jalur busway, padahal sudah diarahkan petugas, tetapi tetap tidak mau, malah memaksa, jadi diterabas,” ungkap Ilham.

‎Menurut Ketua Badan Kehormatan DPRD DKI Jakarta, Yudha Permana menyatakan, akan menelusuri identitas oknum yang mengaku sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dalam insiden tersebut.

‎”Ada foto oknum yang mengaku anggota dewan. Saya lakukan investigasi dulu ya Terima kasih infonya,” kata Yudha.

‎Namun sampai berita ini diturunkan, Selasa (7/7/2026) belum ada keterangan resmi dari Kenneth terkait pernyataan kepolisian maupun dugaan penerobosan jalur busway dan perselisihan dengan petugas. Polisi juga masih menunggu arahan pimpinan terkait tindak lanjut penanganan peristiwa itu.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Politik

Anggota DPR RI dan DPD RI Asal Aceh Siap Dukung Pembentukan Enam Calon DOB di Aceh

Parlementarial

Tiga Anggota DPRA dari Partai Aceh resmi Dilantik

Pemerintah Aceh

Plt. Sekda Lantik Anggota Komisi Informasi Aceh

Politik

Rektor Baru, Harapan Baru bagi Kemajuan Universitas Syiah Kuala

Politik

DPRK Lhokseumawe Soroti Kelemahan Sistem Desil dalam Penyaluran Bantuan Sosial

Nasional

Psikiater Mintarsih Ungkap Kalau Pulau Dijual, Masyarakat Akan Tambah Miskin

Parlementarial

Daniel Abdul Wahab Dukung Langkah Mualem Surati Presiden, untuk Selesaikan Tanah Blang Padang

Politik

Tito Karnavian Minta Kepala Daerah Validasi Data Rumah Rusak Akibat Banjir