Banda Aceh – Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) Provinsi Aceh menggelar workshop “Suson Ranup” (menyusun sirih) di Rumoh Temurui, Kota Banda Aceh, Minggu. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengenalkan sekaligus melestarikan budaya Aceh kepada generasi muda.
Ketua IPBI Provinsi Aceh, Fadhilah, berharap kegiatan pelatihan tersebut dapat memicu para pemuda untuk terus mengembangkan seni menyusun sirih khas daerah.
“Harapan saya melalui workshop ini, generasi muda dapat mengembangkan suson ranup ini sebagai upaya melestarikan budaya,” kata Fadhilah.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 12 peserta yang mempraktikkan langsung pembuatan suson ranup, mulai dari proses melipat daun sirih hingga menjadi hiasan utuh. Peserta diajarkan teknik melipat daun sirih satu per satu, lalu memuatnya menggunakan jahitan atau jarum pentul pada rangka yang terbuat dari batang pisang dan karton. Susunan daun sirih itu kemudian dipercantik dengan hiasan bunga mawar, seulanga, dan melati.
Melihat antusiasme peserta, IPBI Aceh menargetkan pelatihan keterampilan suson ranup bagi generasi muda ini dapat diselenggarakan secara rutin.
“Kami berharap kami bisa melaksanakan kegiatan ini secara triwulan,” ujar Fadhilah.
Salah seorang peserta workshop, Wanda, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru baginya terkait kebudayaan Aceh, terutama karena bisa mempraktikkannya secara langsung.
“Setelah mengikuti workshop ini tentunya menambah pengetahuan tentang budaya Aceh sendiri, di mana kita belajar langsung cara membuat susunan sirih, mulai dari melipat dan juga kerja sama dengan peserta lain,” tuturnya.
Penulis : Nazarullah
Editor: Dahlan











