PALEMBANG – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong peningkatan kapasitas Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di seluruh Indonesia agar semakin profesional dalam merespons berbagai kondisi kedaruratan di tingkat desa dan kelurahan.
Dorongan tersebut disampaikan dalam pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Satuan Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) se-Indonesia di Stadion Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat lalu.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus—mewakili Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian—mengukuhkan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, sebagai Wakil Ketua Umum II DPP Aslinmas Indonesia. Agenda ini dirangkaikan dengan Apel Akbar Satlinmas memperingati HUT ke-81 RI, Deklarasi, serta Pelantikan DPP dan DPD Aslinmas.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), sejumlah kepala daerah se-Sumatera Selatan, serta jajaran Satpol PP dan aparatur Linmas dari berbagai daerah.
Dalam sambutan Mendagri yang dibacakan Akhmad Wiyagus, Satlinmas dinilai memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan yang berkolaborasi dengan pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat untuk menjaga stabilitas wilayah.
Saat ini, jumlah personel Satlinmas di Indonesia mencapai 1.247.815 orang. Jumlah ini menjadi kekuatan sosial besar untuk mendukung ketenteraman, ketertiban umum, perlindungan masyarakat, penanganan bencana, hingga pencegahan dan deteksi dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Saya ingin menegaskan Satlinmas bukan sekadar pelengkap penyelenggaraan pemerintah daerah. Satlinmas adalah kekuatan masyarakat yang harus kita bina, kita berdayakan, dan kita tingkatkan kapasitasnya. Satlinmas hadir ketika masyarakat membutuhkannya termasuk ketika bencana,” ujar Akhmad.
Aslinmas Sebagai Wadah Penguatan
Menanggapi amanah barunya sebagai Wakil Ketua Umum II DPP Aslinmas Indonesia, Safrizal ZA berkomitmen memanfaatkan posisi tersebut untuk memperkuat kapasitas dan peran Satlinmas dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, karhutla, maupun dinamika sosial.
“Aslinmas harus kita bangun bukan sekadar sebagai wadah berhimpun, tetapi sebagai mesin penguatan kapasitas Satlinmas di seluruh Indonesia. Kita ingin setiap anggota Satlinmas memiliki pengetahuan, keterampilan, jejaring, dan kesiapsiagaan yang semakin baik,” kata Safrizal.
Safrizal menekankan bahwa kedekatan personel Satlinmas dengan lingkungan warga menjadi modal utama untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan dan kedaruratan lebih awal. Oleh karena itu, penguatan tidak hanya berfokus pada kelembagaan, tetapi juga peningkatan kemampuan personel agar tetap profesional dan adaptif dengan semangat gotong royong.
Sebagai pengampu Satlinmas di daerah, Kemendagri melalui Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan akan terus mendukung penguatan kelembagaan, SDM, serta sarana dan prasarana.
“Hari ini kita tidak sekadar mengukuhkan sebuah kepengurusan. Kita sedang meletakkan fondasi bagi gerakan bersama untuk membangun Satlinmas yang lebih kuat, lebih siap, dan semakin dekat dengan masyarakat,” tutur Safrizal.
Penulis : Nazarullah
Editor: Dahlan











