BANDA ACEH — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat berkomitmen menggali kembali jejak peradaban sejarah Indrapurwa. Langkah ini dilakukan agar situs bersejarah tersebut dapat berkembang menjadi sumber pendidikan, penelitian, dan kebudayaan bagi generasi mendatang.
Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Aceh Besar, Agus Jumaidi, saat membuka Seminar Rekonstruksi Peradaban Sejarah Indrapurwa di Peukan Bada, Kamis.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berupaya sejarah Indrapurwa tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi berkembang menjadi sumber pendidikan, penelitian, dan kebudayaan bagi generasi mendatang,” ujar Agus Jumaidi.
Peran Penting Museum Indrapurwa
Agus menjelaskan bahwa lahirnya Museum Indrapurwa—yang diinisiasi langsung oleh masyarakat Peukan Bada—merupakan pijakan penting dalam menghidupkan kembali narasi sejarah daerah. Keberadaan museum ini berpotensi besar dikembangkan menjadi pusat pembelajaran sejarah dan kebudayaan, baik bagi masyarakat Aceh Besar maupun Aceh secara umum.
Ia menekankan pentingnya dokumentasi, penelitian, dan rekonstruksi sejarah secara serius di tengah pesatnya perkembangan zaman agar generasi muda tidak kehilangan akar budayanya.
“Anak-anak kita hari ini adalah generasi Z dan ke depan akan ada generasi berikutnya. Mereka perlu mengetahui seperti apa Peukan Bada dan peradabannya 100, 200, bahkan 300 tahun yang lalu,” tegas Agus.
Warisan Sejarah dan Kolaborasi Lintas Lembaga
Selain sejarah peradaban masa lalu, Agus juga menyoroti posisi Peukan Bada sebagai wilayah dengan rekam jejak historis penting, termasuk dampaknya saat bencana tsunami. Menurutnya, rekam jejak tersebut merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah yang wajib diteliti serta didokumentasikan dengan baik.
Adapun kegiatan Seminar Rekonstruksi Peradaban Sejarah Indrapurwa ini diinisiasi oleh Ikatan Pemuda Peukan Bada, berkolaborasi dengan:
- Museum Indrapurwa
- Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Aceh
- Pemerintah Kecamatan Peukan Bada
Editor: Redaksi










