BLANGPIDIE — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) wilayah setempat untuk memperkuat edukasi demokrasi di lingkungan sekolah.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Edukasi Pendidikan Demokrasi, Kepemiluan, dan Pengawasan Partisipatif yang berlangsung di Kantor Cabdisdik Abdya pada Rabu, 14 Oktober 2025.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan secara langsung oleh Ketua Bawaslu Abdya, Hendra, bersama Kepala Cabdisdik Abdya, Andri Nofidar. Prosesi tersebut turut disaksikan oleh jajaran Komisioner Bawaslu Abdya, Rizwan dan Herri Suherman, serta Sekretaris Bawaslu Abdya, Haris Firmansyah.
Ketua Bawaslu Abdya, Hendra, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen Bawaslu untuk mendorong keterlibatan dunia pendidikan dalam membangun kesadaran politik dan demokrasi sejak dini di kalangan generasi muda.
“Melalui kerja sama ini, kita berkomitmen mendorong keterlibatan dunia pendidikan dalam membangun kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda, khususnya peserta didik pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB),” ujar Hendra.
Ia menjelaskan bahwa ruang lingkup kesepakatan ini mencakup berbagai program strategis, di antaranya:
- Kesempatan Magang: Ruang belajar praktis bagi peserta didik.
- Edukasi & Sosialisasi: Program pendidikan demokrasi dan pemahaman kepemiluan.
- Peningkatan Partisipasi: Mendorong kesadaran bagi para pemilih pemula.
- Kaderisasi & Kapasitas: Pembentukan kader pengawas partisipatif serta kegiatan peningkatan kapasitas lainnya.
Kedua belah pihak sepakat untuk menyelenggarakan kegiatan sosialisasi secara mandiri maupun kolaboratif, didukung dengan penyediaan materi edukasi serta pelibatan tenaga ahli atau narasumber dari masing-masing lembaga.
“Kerja sama ini kita harapkan dapat menjadikan sekolah sebagai salah satu ruang pembelajaran demokrasi bagi generasi muda,” tambah Hendra. Ia berharap para pelajar dapat mengenali hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta memahami pentingnya peran masyarakat dalam mengawal integritas proses demokrasi.
Peran Strategis Sekolah dalam Melahirkan Pemilih Kritis
Sementara itu, Kepala Cabdisdik Abdya, Andri Nofidar, menyambut baik kerja sama ini. Ia menilai dunia pendidikan memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk karakter pemilih pemula yang cerdas dan bertanggung jawab.
“Melalui kolaborasi ini, kita harapkan para pelajar memperoleh pengetahuan yang lebih baik mengenai kepemiluan serta tumbuh menjadi generasi yang kritis, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran terhadap pentingnya partisipasi dalam demokrasi,” kata Andri.
Andri menambahkan bahwa penanaman nilai-nilai demokrasi sejak dini di bangku sekolah akan menumbuhkan sikap kritis, rasa tanggung jawab, serta kepedulian peserta didik terhadap penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil.
Nota kesepahaman antara Bawaslu Abdya dan Cabdisdik Abdya ini disepakati berlaku selama lima tahun ke depan, dengan pelaksanaan kegiatan yang tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan serta tugas dan fungsi masing-masing lembaga.
Penulis: Hidayat. S
Editor: Dahlan









