Home / Hukrim

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:11 WIB

Polresta Banda Aceh Amankan ART Terduga Pelaku Pencurian Emas, Kerugian Korban Capai Rp119 Juta

REDAKSI

Tim Jatanras amankan tersangka NH kasus curi emas senilai Rp119 juta. Emas 13 mayam sudah dijual ke Toko Emas Om Yan dan Mustika. Saat ini tersangka dan barang bukti diproses lebih lanjut di Polresta Banda Aceh, Sabtu 29/08/2026

Tim Jatanras amankan tersangka NH kasus curi emas senilai Rp119 juta. Emas 13 mayam sudah dijual ke Toko Emas Om Yan dan Mustika. Saat ini tersangka dan barang bukti diproses lebih lanjut di Polresta Banda Aceh, Sabtu 29/08/2026

Banda Aceh – Unit Opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Banda Aceh mengamankan seorang perempuan berinisial NH (31), warga salah satu Gampong di Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, yang diduga terlibat dalam tindak pidana pencurian perhiasan emas milik seorang warga di kawasan Dusun Puklat, Desa Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar.

NH diamankan polisi pada Jumat, (28/8/2026), sekitar pukul 11.00 WIB, setelah tim melakukan penyelidikan atas laporan pencurian yang dilaporkan korban, Nuraida (50), seorang PNS.

Plt. Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kasatreskrim Polresta Banda Aceh Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan, pengungkapan tersebut berawal dari laporan polisi Nomor LP/B/643/VIII/2026/SPKT/Polresta Banda Aceh/Polda Aceh Sat Reskrim, tertanggal 24 Agustus 2026.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi mengetahui bahwa perempuan yang diamankan tersebut sebelumnya bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah korban, sebut Dizha.

Baca Juga :  Penyidik Polda Aceh Tahan Dua Karyawan Bank Aceh Syariah Cabang Bener Meriah

“ Dalam proses pemeriksaan awal, NH diduga mengakui telah mengambil perhiasan emas milik korban. Pelaku mengaku mengambil emas sebanyak 13 mayam emas murni, Sambung Kasatreskrim.

Lanjut Kasatreskrim, dari pengungkapan tersebut, kami mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 11 mayam emas milik korban yang terdiri atas dua mayam cincin dan sembilan mayam gelang.

Selain emas, petugas turut mengamankan satu unit sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi BL 4536 LBL yang diduga dibeli atau diperoleh melalui gadai menggunakan uang hasil penjualan emas korban. Kami juga menyita dua unit telepon seluler, masing-masing Oppo A3s dan Xiaomi Mi A2 Lite, serta satu unit kulkas merek Sharp yang diduga dibeli menggunakan uang hasil penjualan emas milik korban, tuturnya.

Baca Juga :  Tikam Korban Tujuh Kali Pakai Badik, Terduga Pelaku Diamankan di Polresta Banda Aceh

Dizha menjelaskan bahwa kasus tersebut bermula ketika korban pada 4 Juni 2026 sekitar pukul 20.00 WIB menyadari sebagian perhiasan emas yang disimpannya sudah tidak berada di tempat semula. Korban bersama suaminya kemudian melakukan pencarian dan memeriksa kembali sejumlah tempat penyimpanan di dalam kamar. Namun, sebagian perhiasan tetap tidak ditemukan.

“ Kecurigaan korban semakin kuat pada 7 Agustus 2026 ketika hendak menggunakan perhiasan emas yang masih tersisa. Saat itu, korban menemukan salah satu gelang yang berbeda ukuran dan tidak sesuai dengan gelang yang biasa digunakannya,” ucap mantan Kapolsek Kuta Alam ini.

Korban kemudian memeriksa kembali perhiasan lainnya dan mendapati sejumlah cincin juga sudah tidak berada di tempat penyimpanan. Setelah dilakukan pengecekan dengan surat-surat kepemilikan yang dimiliki, korban memperkirakan sebanyak 19,5 mayam emas murni telah hilang.

Baca Juga :  Gegerkan Warga, Laporan Begal Nakes RSUD Waluyo Jati Probolinggo Ternyata Cuma Rekayasa

Sementara itu, sejumlah perhiasan yang diduga telah ditukar masih berada di tempat penyimpanan korban.

“ Berdasarkan penghitungan korban menggunakan harga emas pada 24 Agustus 2026, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp119juta,” kata Dizha lagi.

Dalam penyelidikan, Tim Opsnal Jatanras juga memperoleh keterangan bahwa emas yang diduga dicuri tersebut telah ditukarkan atau dijual di dua toko emas. Sebanyak 10 mayam disebut ditukarkan di Toko Emas Om Yan, sedangkan tiga mayam lainnya di Toko Emas Mustika, sebut Kompol Miftahuda Dizha Fezuono.

Kini, NH beserta barang bukti dibawa ke Satreskrim Polresta Banda Aceh untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Saat ini kami masih melakukan penyidikan terkait perkara tersebut serta berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU), pungkas Kasatreskrim.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Polsek Kuta Alam Tangkap Pengutip Sumbangan yang Mengatasnamakan Dayah

Hukrim

Terima Gadai Motor Curian, IRT Diamankan di Polresta Banda Aceh 

Hukrim

Rektor dan Pejabat Unsoed Terjaring Operasi Tangkap Tangan KPK

Hukrim

Densus 88 Tangkap Dua ASN di Aceh, Diduga Terlibat Terorisme

Hukrim

Polresta Banda Aceh Ungkap Fakta Terbaru Kasus TPPO yang Ditangani, Dua Tersangka Buron

Hukrim

SKANDAL JUAL BELI ANAK: Bilqis Diculik dan Dijual Berantai, Pelaku Beraksi 9 Kali

Hukrim

Polres Pidie Tangkap 4 Orang dan Sita Ekskavator di Lokasi Tambang Emas Ilegal Tangse

Hukrim

. Merasa Difitnah, Almuniza Kamal Tempuh Jalur Hukum terhadap Modus Aceh