JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang ke-19 pada tahun 2026. Penindakan kali ini menyasar jajaran Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengonfirmasi bahwa Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.
“Ada Rektor juga,” ujar Setyo di Jakarta, Jumat.
Selain Rektor, Setyo membenarkan bahwa Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Noor Farid serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo turut terjaring dalam penangkapan tersebut.
Meski demikian, pihak KPK belum memberikan informasi mengenai keterlibatan pejabat rektorat lainnya, seperti Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Kuat Puji Prayitno maupun Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas Prof. Waluyo Handoko.
“Detail pihak yang dibawa ke Jakarta, saya belum update,” jelas Setyo.
Sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), penyidik KPK mempunyai batas waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum dari para pihak yang diamankan.
Deretan OTT KPK Sepanjang 2026
Penindakan di lingkungan Unsoed menambah daftar panjang rangkaian OTT yang diluncurkan lembaga antirasuah sepanjang tahun 2026:
Januari: KPK membuka tahun dengan menangkap delapan orang terkait dugaan suap pemeriksaan pajak di KPP Madya Jakarta Utara (9–10 Januari). Pada bulan yang sama, OTT dilanjutkan dengan penangkapan Wali Kota Madiun Maidi (OTT ke-2) dan Bupati Pati Sudewo (OTT ke-3).
Februari: Kepala KPP Madya Banjarmasin diamankan dalam OTT ke-4. Selanjutnya, mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai yang menjabat Kakanwil Bea Cukai Sumbagbar, Rizal, ditangkap pada OTT ke-5. Rangkaian penindakan berlanjut pada OTT ke-6 yang menjaring Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan.
Maret: Bertepatan dengan bulan Ramadhan, KPK menggelar tiga OTT terpisah yang mengamankan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, serta Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.
April: Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo ditangkap dalam OTT ke-10. (Catatan: Tidak ada OTT selama bulan Mei).
Juni: KPK menggelar OTT yang memicu Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menyerahkan diri. Penindakan dilanjutkan dengan penangkapan Bupati Muara Enim Edison (OTT ke-12), ASN Badan Pemeriksa Keuangan RI (OTT ke-13), serta OTT ke-14 yang membuat Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby menyerahkan diri.
Juli: KPK merilis OTT ke-15 hingga ke-18 yang menjaring sejumlah kepala daerah, antara lain Bupati Langkat Syah Afandin (Ondim), Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, dan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.
Editor: Dahlan











