Home / Aceh

Kamis, 5 November 2026 - 00:22 WIB

PSI Aceh Kecam Tragedi Berdarah di Tiro, Minta Pemerintah Tuntaskan Persoalan Bendera Aceh

REDAKSI

Ketua DPW PSI Aceh, T. Rival Amiruddin, menyampaikan duka cita mendalam bagi keluarga korban.

Ketua DPW PSI Aceh, T. Rival Amiruddin, menyampaikan duka cita mendalam bagi keluarga korban.

Pidie – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) Aceh mengecam keras insiden kekerasan yang terjadi di Gampong polue kenari,Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, pada Rabu (4/11/2026).

Peristiwa tersebut dilaporkan menyebabkan dua warga meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Ketua DPW PSI Aceh, Rival, menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya dalam tragedi tersebut.

Rival menilai, peristiwa berdarah ini seharusnya tidak perlu terjadi apabila seluruh pihak mampu mengedepankan dialog, menahan diri, serta mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Kami dari PSI Aceh menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Kami sangat prihatin atas tragedi berdarah di Tiro ini. Seharusnya kejadian seperti ini tidak boleh terjadi, apalagi sampai merenggut nyawa warga sipil,” ujar Rival.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Tinjau Pos Pelayanan Operasi Ketupat 2026 di Lhoksukon, Tekankan Pelayanan Humanis kepada Masyarakat

Ia menegaskan, segala bentuk tindakan kekerasan yang berpotensi mengakibatkan jatuhnya korban jiwa harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Menurutnya, keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan persoalan di lapangan.

 Rival meminta Pemerintah Aceh agar bersikap tegas dan segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan Bendera Aceh yang hingga kini masih menjadi polemik.

Menurut rival persoalan tersebut tidak boleh terus dibiarkan berlarut-larut hingga memicu ketegangan di tengah masyarakat dan berujung pada jatuhnya korban jiwa.

“Persoalan Bendera Aceh harus segera diselesaikan melalui komunikasi dan jalur dialog yang bermartabat. Pemerintah Aceh harus hadir dan mengambil sikap tegas. Jangan sampai persoalan yang belum selesai justru mengorbankan rakyat,” tegas rival.

Baca Juga :  PT Solusi Bangun Andalas Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Warga terdampak Banjir di Beberapa Wilayah Provinsi Aceh

Rival juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan maupun persoalan simbol daerah tidak seharusnya menjadi alasan terjadinya tindakan kekerasan terhadap masyarakat.

Selain mendesak Pemerintah Aceh, Ketua DPW PSI Aceh tersebut juga meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) segera turun ke lokasi untuk melakukan investigasi secara independen dan menyeluruh.

Ketua DPW PSI Aceh, T Rival Amiruddin meminta seluruh pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut diperiksa agar penyebab jatuhnya dua korban jiwa dapat terungkap secara terang-benderang.

“Kami meminta Komnas HAM turun langsung ke Tiro untuk mengusut tuntas peristiwa ini. Siapa pun yang terbukti terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai ada fakta yang ditutup-tutupi dan keluarga korban tidak mendapatkan keadilan,” kata Rival.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Pastikan Sekolah Aktif Kembali 5 Januari 2026

PSI Aceh menilai pengungkapan kasus ini penting untuk memastikan keadilan bagi para korban sekaligus mencegah terulangnya peristiwa serupa di kemudian hari.

Rival berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan tidak memperkeruh suasana. Ia menegaskan bahwa Aceh membutuhkan kedamaian, bukan kekerasan yang kembali menimbulkan korban dari kalangan masyarakat sipil.

“Jangan lagi ada air mata dan darah rakyat Aceh akibat persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan melalui dialog. Keadilan bagi korban harus ditegakkan dan keselamatan rakyat harus menjadi yang utama,” tutup Rival.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh

Mahasiswi Hafizah 30 Juz UIN Ar-Raniry Jadi Juara Orasi Tingkat Sumatera

Agama

MPU Banda Aceh Terima Kunjungan Tim Peneliti BRIN dan ICA, Bahas Sinergi Ulama dan Ilmuwan

Aceh

BMKG: Curah Hujan di Seluruh Aceh Menurun, Warga Diimbau Hemat Air

Aceh

Rapat Darurat Penanganan Banjir Aceh: Komisi VIII DPR RI Desak Penetapan Status Bencana Nasional

Aceh

Kejati Aceh Pererat Silaturahmi dengan Insan Pers, Dorong Penegakan Hukum Humanis dan Berintegritas

Aceh

Pertemuan Wali Nanggroe Aceh dengan Kementrian Pendidikan Singapura : Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Aceh

370 Warga Dievakuasi ke Banda Aceh Menggunakan KM Express Bahari 2F

Aceh

Aceh Catat Investasi Rp4,16 Triliun pada Triwulan III 2025