Home / Nasional

Sabtu, 19 September 2026 - 10:38 WIB

Realisasi Anggaran Makan Bergizi Gratis Tembus Rp134,2 Triliun hingga Agustus 2026

REDAKSI

Realisasi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) tembus Rp134,2 triliun atau 61,33% dari pagu Rp218,77 triliun hingga Agustus 2026, kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers Jumat (18/9/2026).

Realisasi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) tembus Rp134,2 triliun atau 61,33% dari pagu Rp218,77 triliun hingga Agustus 2026, kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers Jumat (18/9/2026).

JAKARTA — Pemerintah telah merealisasikan lebih dari separuh anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang delapan bulan pelaksanaan APBN 2026. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi anggaran MBG hingga Agustus 2026 mencapai Rp134,2 triliun. Angka tersebut setara dengan 61,33% dari total pagu anggaran MBG tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp218,77 triliun.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa anggaran tersebut telah disalurkan kepada 57 juta penerima manfaat melalui 27.485 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“MBG realisasinya Rp134,2 triliun selama 8 bulan pelaksanaan APBN 2026,” tutur Suahasil dalam konferensi pers, Jumat (18/9/2026).

Baca Juga :  Pangdam Iskandar Muda Apresiasi Kiprah Satgas Yonif 112/DJ Bantu Kesehatan Warga Puncak Jaya Papua

Suahasil mengatakan, berdasarkan perkembangan realisasi anggaran tersebut, pelaksanaan program MBG dinilai semakin diarahkan agar tepat sasaran. Hal tersebut didukung oleh reformasi yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam beberapa waktu terakhir.

Reformasi dan Penataan Program oleh BGN

Kemenkeu terus melakukan koordinasi dengan BGN, terutama untuk menyesuaikan pelaksanaan program dengan berbagai reformasi yang tengah dijalankan. Sejumlah poin penting dalam reformasi BGN meliputi:

  • Sertifikasi Higiene: Kewajiban bagi SPPG untuk memiliki sertifikat laik higiene sanitasi, yang diikuti dengan penutupan sejumlah SPPG yang belum memenuhi ketentuan.
  • Penataan Wilayah 3T: Penataan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, termasuk penempatan SPPG di wilayah 3T yang memiliki tingkat stunting tinggi.
  • Prioritas Kelompok 3B: Penataan program MBG diarahkan untuk memberikan prioritas kepada kelompok 3B, yakni balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta santri.
  • Optimalisasi Penerima Manfaat: Proses penentuan penerima manfaat program MBG kini dilakukan langsung oleh BGN guna meningkatkan efektivitas dan ketepatan penyaluran.
Baca Juga :  Wali Nanggroe Kunjungi Jusuf Kalla Usai 4 Pulau Dikembalikan ke Aceh

“Penentuan penerima manfaat ini sekarang dilakukan oleh BGN supaya lebih optimal,” ujar Suahasil.

Baca Juga :  Rombongan PWI Aceh Tiba di Banjarmasin, Siap Meriahkan HPN 2025 .

Suahasil menyambut baik berbagai langkah reformasi tersebut dan berharap anggaran negara yang dialokasikan dapat benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Catatan Realisasi Tambahan

Sebelumnya, BGN melaporkan bahwa realisasi anggaran Program MBG Tahun Anggaran 2026 telah mencapai Rp139,77 triliun atau 63,89% dari total pagu sebesar Rp218,77 triliun hingga 16 September 2026. Dengan demikian, masih terdapat sekitar Rp79 triliun anggaran yang belum terealisasi untuk mendukung penyaluran program MBG hingga akhir tahun 2026.

Penulis: Tika Fitri Lestari

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Nasional

Prabowo Kembali Meninjau Lokasi Bencana Aceh, Pastikan Penanganan Cepat dan Tepat

Nasional

Kapolri Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Polri, Kadivhumas Polri: Rotasi untuk Perkuat Kinerja Institusi

Nasional

Prabowo Akan Sampaikan Sikap dan Posisi RI dalam Berbagai Isu Global di KTT BRICS

Berita

Geger, Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Sajadah di Masjid Gampong Leupe

Nasional

DJP Mulai Pungut PPh Pasal 22 Transaksi Pedagang Online Lewat Marketplace per 1 November 2026

Nasional

Persiraja Resmi Perkenalkan Lima Talenta Lokal Aceh untuk Musim 2026/27

Nasional

Impor 105 Ribu Mobil Pickup Kopdes Merah Putih Dibiayai Skema Pinjaman Himbara

Nasional

Presiden Prabowo Perkuat Dukungan untuk Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN dan Persiapan Timnas Menuju Piala Dunia 2030