Home / Peristiwa

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:55 WIB

Remaja Abdya Tewas Tenggelam di Pantai Krueng Leupung

REDAKSI

Tim SAR gabungan melakukan pencarian remaja yang tenggelam di Pantai Krueng, Kecamatan Leupung, Aceh Besar. Korban akhirnya ditemukan pada hari kedua pencarian, Minggu (18/1/2026).

Tim SAR gabungan melakukan pencarian remaja yang tenggelam di Pantai Krueng, Kecamatan Leupung, Aceh Besar. Korban akhirnya ditemukan pada hari kedua pencarian, Minggu (18/1/2026).

Aceh Besar — Nasib tragis menimpa Ahmad Furqan (17), seorang remaja asal Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), yang dilaporkan hilang setelah tersedot arus laut saat mandi di Pantai Krueng, Desa Dayah Mamplam, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (17/1/2026). Setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua pencarian, Minggu (18/1/2026).

Peristiwa memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, korban bersama beberapa temannya tengah menikmati waktu mandi laut di kawasan pantai. Namun tanpa disadari, arus laut yang cukup kuat menyeret korban ke tengah laut hingga akhirnya tenggelam.

Baca Juga :  Kebakaran Menghanguskan Rumah Mantan Camat Aceh Singkil

Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban sempat berusaha diselamatkan oleh teman-temannya, namun derasnya arus membuat upaya tersebut tidak berhasil.

“Sekitar pukul 14.00 WIB korban bersama temannya mandi di pantai. Tidak lama kemudian korban terseret arus dan tenggelam,” ujar Al Hussain.

Informasi kejadian tersebut diterima oleh Basarnas Banda Aceh sekitar pukul 15.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan unsur terkait, termasuk aparat setempat dan masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Bayi Merah Ditemukan Terlantar di Kardus Pinggir Jalan Pidie, Dikerumuni Semut Hidup-Hidup

Pada hari pertama pencarian, tim SAR melakukan penyisiran laut sejauh kurang lebih 500 meter dari titik lokasi kejadian (Last Known Position/LKP) dengan menggunakan satu unit LCR atau perahu karet. Selain itu, pencarian juga dilakukan dengan metode snorkeling di sekitar area yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.

Namun hingga menjelang malam, korban belum berhasil ditemukan. Pencarian kemudian dilanjutkan keesokan harinya dengan memperluas area penyisiran, mempertimbangkan arah arus dan kondisi perairan setempat.

Baca Juga :  Banjir Rendam Gampong Julok Rayeuk Utara, 300 KK Terdampak

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada hari kedua pencarian, Minggu (18/1/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah Ahmad Furqan. Selanjutnya, korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya berenang di laut, terutama di kawasan pantai yang memiliki arus kuat dan ombak tidak menentu. Pihak Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya para wisatawan dan anak muda, agar selalu berhati-hati dan memperhatikan kondisi cuaca serta peringatan keselamatan saat beraktivitas di laut.(**)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

BPBD Aceh Besar Sigap Tangani Laporan Masyarakat

Parlementarial

Ketua Komisi I DPRA Desak Pemerintah Aceh Pulangkan Jenazah Warga Aceh Meninggal di Malaysia

Aceh

Polresta Banda Aceh Olah TKP Dugaan Ledakan di KMP Aceh Hebat 2, 15 Korban Mengalami Luka Bakar

Aceh

Pasca Pertama M 5,0, Sabang Diguncang 8 Kali Gempa Susulan

Daerah

Warga Aceh Timur Geger, Temukan Rembesan Solar Muncul dari Perut Bumi Usai Banjir

Peristiwa

Truk Pengangkut Dexlite Terbalik di Jalan Meulaboh-Tutut Akibat Jalan Berlubang

Peristiwa

Travel JRG Jadi Saksi Keajaiban, Bayi Kembar Lahir di Tengah Perjalanan Malam

Aceh

Muhammad Jafar, Pahlawan Sunyi yang Selamatkan Lebih 100 Korban Banjir Bandang di Aceh Utara