SAINT PETERSBURG – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkokoh struktur industri nasional dengan memperluas kolaborasi strategis bersama Rusia. Langkah ini bertujuan meningkatkan kerja sama di sektor industri, perdagangan, dan investasi, sekaligus memperluas akses ke pasar global.
Penegasan komitmen ini muncul dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia, Alexey Vladimirovich Gruzdev, di sela-sela forum Indonesia–Russia Business and Investment Forum 2026 di Saint Petersburg. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin di Moskow pada April lalu.
“Indonesia memandang Rusia sebagai mitra strategis jangka panjang. Kami ingin memastikan seluruh potensi kerja sama yang telah dibahas segera ditransformasikan menjadi langkah nyata,” ujar Faisol Riza.
Fokus Sektor Strategis dan Investasi
Hubungan ekonomi kedua negara menunjukkan tren positif dengan nilai perdagangan non-migas mencapai USD 4,04 miliar hingga Oktober 2025. Guna mengakselerasi tren tersebut, kedua negara fokus pada sejumlah sektor prioritas, antara lain:
Industri manufaktur dan pengembangan teknologi industri.
Industri galangan kapal dan petrokimia.
Sektor farmasi dan alat kesehatan.
Momentum INNOPROM 2026, di mana Indonesia bertindak sebagai Partner Country, dinilai menjadi penggerak utama untuk mengimplementasikan berbagai kerja sama tersebut.
Akselerasi FTA dan MoU Industri
Selain membahas sektor manufaktur, kedua pihak menyepakati percepatan implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I–EAEU FTA) yang ditargetkan berlaku mulai tahun depan. Perjanjian ini diharapkan menjadi platform strategis untuk mendongkrak volume perdagangan.
Pemerintah juga sedang memfinalisasi Memorandum of Understanding (MoU) on Industrial Cooperation sebagai payung hukum kolaborasi sistematis yang rencananya akan ditandatangani tepat pada penyelenggaraan INNOPROM 2026.
Sinergi Multilateral
Di tingkat global, kedua negara memandang forum seperti BRICS dan BRICS Centre for Industrial Competences (BCIC) sebagai sarana strategis untuk mendukung transformasi industri serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Momentum partisipasi Indonesia di INNOPROM 2026 harus dimanfaatkan optimal untuk memperluas investasi, memperkuat kemitraan, serta mendorong transfer teknologi guna meningkatkan daya saing industri nasional,” pungkas Faisol.
Editor: Redaksi









