BANDA ACEH – Badan Legislasi (Banleg) DPRK Aceh Utara bersama perwakilan Setdakab Aceh Utara menggelar konsultasi terkait pengelolaan sumur minyak masyarakat dengan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).
Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Arun, Kantor BPMA, pada Rabu (12/8/2026). Rombongan diterima secara langsung oleh Wakil Kepala BPMA Nizar Saputra, didampingi Deputi Dukungan Bisnis, Kepala Divisi DFHE, serta tim BPMA.
Konsultasi ini menjadi bagian penting dari proses penyusunan Rancangan Qanun (Raqan) Aceh Utara tentang Pengelolaan Sumur Minyak Masyarakat yang saat ini telah memasuki tahap pembahasan. Kunjungan bertujuan untuk memperoleh informasi serta masukan dari BPMA demi menyempurnakan substansi Raqan, khususnya pada aspek regulasi, kewenangan, pengawasan, pembinaan, hingga mekanisme pengelolaan.
Mawardi menyampaikan apresiasi atas iktikad pemerintah dalam menata kawasan tersebut.
“Kami menyambut baik iktikad pemerintah untuk melegalkan dan menata pengelolaan sumur minyak masyarakat. Karena itu, kami ingin memastikan informasi terkait legalitas pengelolaan minyak, baik dari aspek pengawasan, pembinaan, maupun potensi pendapatan daerah,” ujar Mawardi.
Ia juga menambahkan bahwa konsultasi ini krusial untuk mendapatkan kejelasan mengenai batas kewenangan Pemkab Aceh Utara dalam pengelolaan sumur masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Edy Kurniawan, menyatakan pihak BPMA akan mempelajari draft regulasi yang tengah dirancang.
“Kami akan mempelajari lebih lanjut karena baru mendapatkan informasi mengenai substansinya. Kami tentu perlu melihat secara menyeluruh agar pengaturannya dapat selaras dengan ketentuan yang sudah ada,” kata Edy.
Dalam kesempatan itu, Edy turut memaparkan mekanisme pengusulan dan penetapan sumur minyak masyarakat. Pengajuan diawali oleh Bupati, yang kemudian diproses sesuai mekanisme berlaku hingga memperoleh penetapan dari Gubernur Aceh. Ia juga menyebutkan bahwa dalam pengelolaan sumur minyak masyarakat nantinya akan melibatkan unsur dari BUMD, Koperasi, dan UMKM. (mun)
Editor: Redaksi










