Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, yang akrab disapa Dek Fadh, secara terbuka meminta pemerintah pusat kembali menyalurkan bantuan sapi meugang kedua bagi masyarakat Aceh terdampak bencana menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Permintaan tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam momentum kunjungan kerja di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Minggu (22/2/2026).
Pertemuan berlangsung usai pelaksanaan shalat subuh berjamaah yang juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan dari Kementerian Dalam Negeri kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh. Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, Fadhlullah menyampaikan harapan agar perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh tidak berhenti pada bantuan meugang pertama sebelum Ramadan.
Menurutnya, tradisi meugang memiliki nilai sosial dan budaya yang sangat kuat di tengah masyarakat Aceh. Tradisi ini bukan sekadar kegiatan memasak daging, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kepedulian sosial, serta momentum berbagi dengan keluarga dan masyarakat kurang mampu.
“Karena meugang sebelum puasa sudah diberikan, maka kami memohon kembali. Satu hari sebelum Lebaran nanti, ada lagi meugang bagi rakyat Aceh ini, Pak,” ujar Fadhlullah kepada Tito Karnavian.
Ia menjelaskan bahwa bantuan sapi meugang yang telah disalurkan pemerintah pusat sebelumnya senilai Rp72,75 miliar sangat membantu masyarakat, khususnya bagi warga yang terdampak banjir dan bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah.
Fadhlullah juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi Aceh. Namun, ia menilai kebutuhan masyarakat masih cukup besar, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri ketika tradisi meugang menjadi momen penting bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi.
Dalam budaya Aceh, tradisi meugang dilaksanakan tiga kali dalam setahun, yakni sebelum Ramadan, sebelum Idulfitri, dan sebelum Iduladha. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas sosial masyarakat Aceh.
Ia menambahkan, bantuan sapi meugang tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga memberi efek psikologis positif bagi warga yang sedang berupaya bangkit dari dampak bencana.
“Kalau meugang pertama sudah diberikan, rasanya pincang kalau yang kedua tidak diberikan,” ucapnya sambil tersenyum, yang disambut hangat oleh para jamaah.
Momentum kunjungan Menteri Dalam Negeri tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi keberlanjutan dukungan pemerintah pusat terhadap pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat Aceh, khususnya bagi wilayah yang masih dalam tahap rehabilitasi pascabencana.(**)
Editor: Dahlan












