Langsa – Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra, mengaku kecewa terhadap keputusan pengunduran diri Nursal Saputra dari jabatan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa. Dirinya menilai kinerja yang bersangkutan mempunyai catatan kurang baik pascabencana banjir 2025 lalu.
“Kemarin itu perintah saya agar segera salurkan bantuan Tahap I pasca penyerahan simbolis pada korban banjir itu segera dicairkan, setelah perintah itu, tiba-tiba beliau mengajukan pengunduran diri,” Ujar Jeffry Senin, 16 Maret 2026.
Menurut Jeffry, meskipun pengunduran diri adalah hak pribadi yang bersangkutan, seharusnya keputusan tersebut diambil setelah tanggung jawab distribusi bantuan tahap pertama rampung. Hal ini dinilai penting karena menyangkut kepentingan dan kehidupan banyak orang yang terdampak bencana.
Lebih lanjut, wali kota menegaskan memiliki penilaian kinerja untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Jeffry menyebutkan pendataan bantuan tahap pertama kepada korban bencana merupakan salah satu tanggung jawab teknis yang berada di bawah koordinasi Kepala BPBD beserta tim, yang prosesnya merupakan inisiatif yang lahir dari usulan Kepala BPBD beserta jajaran.
”Yang pasti saya sampaikan, kalau memang beliau mau memberikan alasan apapun kita mempunyai penilaian masing-masing, tapi di sini beliau kan sebagai Kepala BPBD yang merupakan pelaksana teknis harus bertanggung jawab secara penuh atas Pendataan bantuan Tahap I yang sudah beliau kerjakan, maka harus diselesaikan hingga bantuan itu tersalurkan, setelah itu selesai silahkan mundur,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa, Nursal Saputra, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Jum’at, 13 Maret 2026 lalu. Keputusan ini mengejutkan publik, apalagi saat ini Kota Langsa sedang disibukkan dengan polemik pendataan stimulan rumah bantuan korban banjir.**
Editor: Redaksi













