Musi Rawas – Warga Desa Mulyo Harjo, Kecamatan BTS Ulu, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang mengambang di aliran Sungai Pering, Desa Raksa Budi, pada Sabtu (20/6/2026) sore.
Korban diidentifikasi bernama Rozi (39), seorang karyawan PT Dapo yang tercatat sebagai warga Dusun II Desa Mulyo Harjo, Kecamatan BTS Ulu. Sebelum ditemukan, korban sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.
Kronologi Penemuan dan Evakuasi
Penemuan jasad korban bermula saat pihak keluarga bersama personel Polsek BTS Ulu melakukan upaya pencarian. Sekitar pukul 13.30 WIB, tim gabungan bergerak dari Mapolsek BTS Ulu menuju Desa Mulyo Harjo.
Saat melintas di sekitar Jembatan Sungai Pering, tim melihat benda menyerupai tubuh manusia yang mengambang di aliran sungai. Setelah didekati, benda tersebut dipastikan merupakan jasad seorang laki-laki. Temuan ini langsung dikoordinasikan dengan personel Polsek BTS Ulu dan warga sekitar yang berada di lokasi.
Proses evakuasi jenazah berhasil dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB. Setengah jam kemudian, tepatnya pukul 16.30 WIB, jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Desa Mulyo Harjo untuk disemayamkan dan dipersiapkan untuk proses pemakaman.
Polisi Selidiki Penyebab dan Kejar Terduga Pelaku
Kapolsek BTS Ulu bersama anggotanya saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam guna mengetahui penyebab pasti kematian korban. Di sisi lain, diperoleh informasi bahwa pihak Kepolisian Resor (Polres) Musi Rawas saat ini tengah melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku. Namun, identitas maupun motif yang melatarbelakangi peristiwa ini masih dalam proses penyelidikan dan belum dipublikasikan secara resmi.
Sementara itu, Sekretaris Desa Mulyo Harjo SP 4, Marsidi, yang turut berada di lokasi saat pencarian dan evakuasi, mengungkapkan adanya desas-desus yang beredar di tengah masyarakat mengenai kehidupan pribadi korban.
“Informasi yang kami dengar di lingkungan masyarakat memang ada kabar korban memiliki hubungan asmara dengan seorang perempuan. Namun terkait kebenaran informasi tersebut, kami tidak bisa memastikan dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan,” ujar Marsidi saat dikonfirmasi oleh awak media.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait keterkaitan isu asmara tersebut dengan penyebab kematian korban. Aparat penegak hukum masih terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan mengembangkan kasus ini guna mengungkap secara terang benderang fakta serta pihak-pihak yang diduga terlibat.
Polisi juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang memiliki informasi relevan terkait peristiwa ini agar segera melapor untuk membantu mempercepat proses penyelidikan.
Editor: Redaksi









