JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa sembilan orang dari total 19 orang yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menuju Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.
Di antara sembilan orang yang dibawa tersebut, terdapat Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo serta Kepala Perwakilan (Kalan) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi kedatangan rombongan tersebut di Jakarta pada Jumat, 16 Oktober 2026.
“Dari total 19 orang yang diamankan oleh tim KPK di wilayah Klaten, sembilan orang di antaranya dibawa tadi malam dengan berangkat dari Klaten menggunakan kereta dan pagi ini sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK,” ujar Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Total 10 Orang Jalani Pemeriksaan
Selain sembilan orang yang dibawa dari Klaten, KPK juga mengamankan satu orang lainnya di area Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.
“Total yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan ada 10 orang, yakni sembilan orang yang dibawa dari Klaten dan satu orang yang diamankan di wilayah Jakarta,” tambah Budi.
Dugaan Suap Pengadaan hingga Audit BPK
Sebelumnya, operasi tangkap tangan tersebut menjaring Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kalan BPK Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah, beserta 18 orang lainnya.
Pihak KPK mengungkapkan bahwa OTT ini berkaitan dengan dua dugaan perkara utama:
1. Dugaan Penerimaan Suap: Bupati Klaten diduga menerima suap terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta penerimaan lainnya dari lingkungan organisasi perangkat daerah.
2. Dugaan Pemberian Suap: Bupati Klaten juga diduga menyuap pihak BPK terkait pelaksanaan audit laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Klaten.
Dalam operasi tangkap tangan ini, tim penyidik KPK berhasil menyita barang bukti uang tunai senilai kurang lebih Rp1 miliar.
Penulis: Nazarullah
Editor: Dahlan









