Home / Aceh / Pendidikan

Minggu, 28 Desember 2025 - 17:14 WIB

Bangkit dari Lumpur Banjir, Pendidikan Aceh Harus Tetap Berjalan

REDAKSI

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murtalamuddin, S.Pd., M.S.P (tengah), bersama pengurus IGI Aceh saat membantu membersihkan sisa lumpur pascabanjir di salah satu ruang kelas di Aceh Tamiang, Minggu (29/12/2025).

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murtalamuddin, S.Pd., M.S.P (tengah), bersama pengurus IGI Aceh saat membantu membersihkan sisa lumpur pascabanjir di salah satu ruang kelas di Aceh Tamiang, Minggu (29/12/2025).

Aceh Tamiang — Di tengah lumpur yang masih mengendap dan ruang kelas yang belum sepenuhnya pulih, semangat untuk menjaga keberlangsungan pendidikan di Aceh tetap menyala. Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu wilayah dengan dampak banjir dan tanah longsor terparah, menjadi saksi langsung komitmen tersebut.

Sekolah-sekolah mengalami kerusakan berat. Contohnya di SMA Negeri 4 Karang Baru Aceh Tamiang, ketinggian air bahkan mencapai sekitar enam meter. Akibatnya, seluruh fasilitas sekolah seperti komputer, meja belajar, dan perlengkapan pembelajaran lainnya rusak dan tidak dapat digunakan.

Melihat kondisi tersebut, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murtalamuddin, S.Pd., M.S.P, pada Minggu, (29/12/2025) bersama rombongan turun langsung ke lokasi. Tidak hanya meninjau, rombongan juga ikut membersihkan ruang kelas yang masih dipenuhi lumpur. Kegiatan ini turut dibantu oleh Ketua dan Pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Aceh yang secara khusus hadir untuk membersihkan sejumlah sekolah yang telah hampir sebulan lebih tergenang lumpur pascabanjir.

Baca Juga :  BNPB Rilis Korban Meninggal Dunia dari Bencana Sumatera Capai 914 Jiwa, Aceh Tertinggi 

Dalam kesempatan itu, Murtalamudin menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak boleh berhenti meskipun dalam kondisi darurat.

“Mulai tanggal 5 Januari 2026, pembelajaran di Aceh diharapkan kembali berlangsung seperti biasa. Namun, bagi sekolah yang masih terdampak banjir dan dalam tahap pembersihan, pembelajaran bisa disesuaikan dengan kondisi. Ajarkan apa yang bisa diajarkan, yang penting anak-anak tetap datang ke sekolah, tidak belajar sendirian di rumah,” tegasnya.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Konsolidasi dengan Mualem Pasca Aksi Demonstrasi

Ia menambahkan, proses belajar tidak harus selalu berfokus pada capaian akademik semata. Dalam kondisi pascabencana, pendekatan kemanusiaan justru menjadi prioritas.

“Guru bisa mengisi pembelajaran dengan kegiatan trauma healing, belajar bersama, bercerita, atau aktivitas positif lainnya. Yang terpenting adalah memastikan trauma anak-anak tidak berkelanjutan. Sebagai insan pendidikan, kita wajib berupaya semaksimal mungkin memberikan yang terbaik bagi anak bangsa,” lanjutnya.

Arahan tersebut juga disampaikan secara resmi dalam pertemuan bersama para kepala sekolah dan dewan guru di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, yang dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tamiang, Bachtiar, S.Pd., M.Pd.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Gelar Upacara Hari Kesehatan Nasional ke-61

Instruksi ini dikeluarkan sebagai bentuk fleksibilitas kebijakan agar sekolah dan guru dapat menyesuaikan proses pembelajaran di daerah terdampak banjir besar, sehingga roda pendidikan tetap berjalan meskipun belum sepenuhnya normal.

Kunjungan kerja Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh ke Kabupaten Aceh Tamiang turut didampingi oleh Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dahlawi, S.Com., M.Si, Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh Syahrol, S.Pd., M.Si, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Tamiang, serta Tim Humas Dinas Pendidikan Aceh. (**)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh

Hujatan untuk Aceh di Tengah Musibah Bencana Merebak di Medsos, Tgk Muharuddin Desak Komdigi Bertindak

Aceh

VKN LAN 2025 Angkatan XXIV: Bangun Desa untuk Pemerataan Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan

Aceh

Bahas Ranqan RPJMA 2025-2029, Pemerintah Aceh Apresiasi DPRA

Aceh

Samsat Banda Aceh Imbau Warga Urus Pajak Tanpa Calo, Seluruh Pelayanan Resmi Dipastikan Gratis

Agama

Pertemuan Anggota DPRA bunda Salma dengan Mentri Agama RI,Dorong Syariat Islam di Aceh

Pendidikan

Menteri Agama Lantik Mujiburrahman Jadi Rektor UIN Ar-Raniry Periode 2026–2030

Pemerintah

Menteri Abdul Mu’ti: Pendidikan Aceh Harus Berbasis Karakter dan Keadilan Akses

Aceh

Pemerintah Aceh Targetkan Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2028