Takengon – Kabupaten Aceh Tengah kembali mencatatkan prestasi di tingkat Provinsi Aceh. Daerah ini resmi menjadi kabupaten pertama yang menuntaskan seluruh persyaratan administrasi Surat Keputusan (SK) By Name By Address (BNBA) untuk penyaluran bantuan stimulan rumah bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh Tengah sepanjang tahun 2025. Kepastian tersebut diperoleh setelah pemerintah daerah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, khususnya dalam hal validasi data penerima dan kelengkapan administrasi.
Dengan rampungnya SK BNBA, Aceh Tengah kini berada di barisan terdepan dalam realisasi bantuan stimulan perumahan. Langkah cepat ini dinilai krusial agar masyarakat terdampak dapat segera membangun kembali rumah dan menata kehidupan mereka setelah bencana.
Berdasarkan dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun dan disetujui, total nilai bantuan yang akan dikucurkan mencapai Rp148,23 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi 3.573 unit rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Adapun rinciannya, sebanyak 1.945 unit rumah tercatat mengalami rusak berat, 474 unit rumah rusak sedang, serta 1.154 unit rumah rusak ringan. Seluruh data tersebut telah diverifikasi dan dimasukkan ke dalam skema BNBA, sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran dan akuntabel.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah kampung, kecamatan, hingga perangkat daerah terkait. Pendataan dilakukan secara cermat di lapangan untuk memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewatkan.
Selain mempercepat pencairan bantuan, penuntasan administrasi BNBA ini juga diharapkan menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Aceh dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Pemerintah daerah optimistis, dengan dukungan pemerintah pusat, pemulihan sektor perumahan di Aceh Tengah dapat berjalan lebih cepat dan terukur.
Ke depan, pemerintah kabupaten berkomitmen untuk terus mengawal proses penyaluran bantuan hingga benar-benar diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat sesuai peruntukannya, demi memastikan bangkitnya kembali kehidupan warga pascabencana.(**)
Editor: Dahlan













