Banda Aceh – Baitul Mal Aceh terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola zakat, infak, dan wakaf melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kelembagaan yang digelar di Portola Grand Arabia Hotel, Rabu (19/11/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Strategi Penguatan Kelembagaan Menuju Baitul Mal yang Bersinergi” ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran dan fungsi Baitul Mal di seluruh kabupaten/kota di Aceh.
Bimtek tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Tgk. H. Muhammad Yunus M. Yusuf, SH. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penguatan kelembagaan merupakan fondasi utama dalam menghadirkan tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.
“Penguatan kelembagaan adalah kunci untuk menghadirkan Baitul Mal yang lebih solid, bersinergi, dan responsif terhadap berbagai dinamika yang terjadi di lapangan. Kita ingin memastikan pengelolaan zakat, infak, dan wakaf benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini diikuti oleh perwakilan dari 23 kabupaten/kota se-Aceh. Peserta terdiri dari unsur Dewan Pengawas, Komisioner, serta jajaran Sekretariat Baitul Mal kabupaten/kota. Kehadiran seluruh unsur tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi dalam pelaksanaan tugas di masing-masing daerah.
Selama pelaksanaan Bimtek, para peserta mendapatkan pembekalan terkait strategi penguatan struktur organisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tata kelola administrasi, hingga optimalisasi sistem pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang diskusi dan berbagi praktik terbaik antar daerah dalam pengelolaan zakat dan pemberdayaan mustahik.
Menurut panitia pelaksana, kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga untuk membangun jejaring kerja yang lebih erat antar-Baitul Mal di seluruh Aceh. Dengan adanya sinergi yang kuat, diharapkan standar pelayanan dan pengelolaan dana umat dapat semakin selaras dan terukur.
Baitul Mal Aceh menyadari bahwa tantangan pengelolaan zakat di era modern semakin kompleks. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan menjadi langkah strategis agar lembaga ini mampu beradaptasi dengan perkembangan regulasi, teknologi, serta kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
Melalui Bimtek ini, Baitul Mal Aceh menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme aparatur di semua tingkatan. Harapannya, pengelolaan zakat tidak hanya berjalan sesuai ketentuan syariah dan regulasi, tetapi juga mampu memaksimalkan kemanfaatan bagi para mustahik di seluruh Aceh.
Dengan sinergi yang semakin solid antar daerah, Baitul Mal Aceh optimistis dapat menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, transparan, dan berdampak luas, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat.(**)
Editor: Dahlan













