Sabang – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengumumkan penutupan sementara kunjungan wisata ke kawasan Tugu Kilometer Nol di Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Weh, Kota Sabang. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya penertiban serta pembersihan kawasan demi meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan bagi para pengunjung.
Pengumuman tersebut tertuang dalam surat resmi bernomor PG.02/K.20/TU/KSA.3.1/3/2026 yang dikeluarkan oleh BKSDA Aceh pada 6 Maret 2026. Dalam surat itu disebutkan bahwa penutupan sementara kawasan Tugu KM Nol berlaku mulai tanggal 6 Maret hingga 18 Maret 2026.
Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, S.Hut., M.Sc., M.Si., menjelaskan bahwa penutupan ini dilakukan dalam rangka penertiban dan pembersihan area sekitar Tugu Kilometer Nol yang merupakan salah satu ikon wisata paling terkenal di ujung barat Indonesia. Selain menjadi simbol titik paling barat wilayah Indonesia, kawasan ini juga menjadi tujuan favorit wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Pulau Weh.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari persiapan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan wisata alam, sekaligus memastikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan pengunjung di masa mendatang.
“Penutupan sementara ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan dan optimalisasi pelayanan, pengamanan, serta kenyamanan bagi pengunjung di kawasan Taman Wisata Alam Pulau Weh,” demikian keterangan yang tercantum dalam pengumuman resmi tersebut.
Selama masa penutupan berlangsung, masyarakat maupun wisatawan diharapkan dapat memahami kebijakan ini dan sementara waktu tidak melakukan kunjungan ke area Tugu Kilometer Nol hingga proses penataan selesai dilakukan. Pihak pengelola juga akan memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan berbagai pembenahan yang diperlukan di kawasan tersebut.
Tugu Kilometer Nol Sabang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Aceh. Setiap tahun, ribuan wisatawan datang untuk mengabadikan momen di monumen yang menandai titik paling barat Indonesia tersebut. Selain menjadi lokasi berfoto yang populer, kawasan ini juga menawarkan panorama alam laut lepas yang indah serta suasana hutan konservasi yang masih asri.
Dengan dilakukannya penertiban dan pembersihan kawasan, diharapkan kondisi lingkungan di sekitar Tugu KM Nol dapat semakin tertata dengan baik. Hal ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dan pengelola kawasan konservasi untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas pariwisata berkelanjutan di Sabang.
Pengumuman ini juga ditembuskan kepada sejumlah pihak terkait, di antaranya Gubernur Aceh, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Wali Kota Sabang, Kapolres Sabang, Dandim Sabang, hingga pemerintah kecamatan dan gampong setempat. Koordinasi lintas instansi tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran proses penataan kawasan selama masa penutupan berlangsung.
Setelah proses penertiban dan pembersihan selesai, kawasan Tugu Kilometer Nol Sabang direncanakan kembali dibuka untuk umum. Pengelola berharap kondisi kawasan yang lebih tertata nantinya dapat memberikan pengalaman wisata yang lebih nyaman, aman, dan berkesan bagi setiap pengunjung yang datang ke Pulau Weh.(**)
Editor: Dahlan













