Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada periode 6 hingga 7 April 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terbaru, BMKG mengidentifikasi adanya sirkulasi siklonik dan daerah konvergensi yang memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di beberapa titik strategis.
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
BMKG merilis daftar wilayah yang masuk dalam kategori waspada dan siaga terhadap dampak hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang:
Pulau Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Pulau Jawa: Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Pulau Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.
Wilayah Timur: Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
Pihak BMKG menekankan agar masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana, terutama di daerah lereng perbukitan dan bantaran sungai, untuk tetap siaga.
”Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Pastikan saluran air bersih dari sumbatan dan hindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat terjadi angin kencang,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Dampak yang Perlu Diwaspadai
Cuaca ekstrem pada 6-7 April ini diprediksi dapat menimbulkan beberapa dampak, di antaranya:
Penurunan Jarak Pandang: Bagi pengendara, diharapkan berhati-hati karena intensitas hujan tinggi dapat mengganggu pandangan di jalan raya.
Banjir Luapan: Peningkatan debit air pada daerah aliran sungai (DAS).
Gelombang Tinggi: Bagi masyarakat di pesisir atau pelaku transportasi laut, harap memperhatikan peringatan gelombang tinggi yang mungkin menyertai cuaca buruk.
Masyarakat dapat terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG, situs resmi bmkg.go.id, atau akun media sosial resmi BMKG untuk mendapatkan data real-time sesuai domisili masing-masing. (**)
Editor: Redaksi









