Home / Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:57 WIB

Tokoh Pemuda Papua Dukung Pendekatan Humanis dan Penegakan Hukum Satgas Operasi Damai Cartenz

REDAKSI

Tokoh Pemuda Papua, Gifli Buinei, saat memberikan keterangan di Jayapura terkait apresiasinya terhadap pendekatan humanis aparat keamanan dan Satgas Operasi Damai Cartenz dalam menjaga stabilitas serta membantu kebutuhan sosial masyarakat di Papua. (Foto: Dok. Istimewa)

Tokoh Pemuda Papua, Gifli Buinei, saat memberikan keterangan di Jayapura terkait apresiasinya terhadap pendekatan humanis aparat keamanan dan Satgas Operasi Damai Cartenz dalam menjaga stabilitas serta membantu kebutuhan sosial masyarakat di Papua. (Foto: Dok. Istimewa)

Jayapura – Tokoh Pemuda Papua, Gifli Buinei, mengapresiasi kehadiran aparat keamanan yang tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif membantu kebutuhan sosial masyarakat melalui berbagai kegiatan kemanusiaan di Papua.

Menurut Gifli, pendekatan humanis yang dilakukan aparat menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat persatuan dan stabilitas keamanan di daerah.

“Kehadiran aparat yang tidak hanya menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga berperan dalam membantu kebutuhan sosial masyarakat merupakan modal penting dalam memperkuat persatuan dan menjaga stabilitas daerah,” kata Gifli Buinei di Jayapura.

Baca Juga :  Menulis untuk Masa Depan: 39 dari 40 Buku Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo Resmi Terdaftar HAKI

Ia juga menyatakan dukungannya terhadap langkah penegakan hukum yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) maupun pihak-pihak yang masih melakukan tindakan kekerasan yang mengganggu keamanan masyarakat.

Menurut dia, penegakan hukum yang dilaksanakan secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan yang berlaku merupakan bagian penting dalam mewujudkan Papua yang aman, damai, dan tertib.

“Kami mendukung upaya penegakan hukum yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz terhadap kelompok kriminal bersenjata maupun pihak-pihak yang masih melakukan tindakan kekerasan dan mengganggu keamanan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Mualem Cerita ke Hasyim Djojohadikusumo: Aceh Butuh Rice Mill Sendiri, Pabrik Tuna, dan Reaktivasi Pabrik Kertas

Selain itu, Gifli mengimbau masyarakat Papua agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya serta lebih bijak dalam menerima dan menyebarluaskan informasi.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, dan kedamaian demi terciptanya situasi yang kondusif di Papua.

“Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun berita hoaks yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Mari bersama-sama menjaga persatuan dan kedamaian di Papua,” katanya.

Baca Juga :  Pangdam Iskandar Muda Hadiri Upacara HUT ke-80 TNI di Monas Jakarta

Lebih lanjut, Gifli berharap Satgas Operasi Damai Cartenz terus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis melalui berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Menurut dia, program-program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara aparat keamanan dan warga.

“Langkah tersebut diyakini dapat mendukung terwujudnya Papua yang aman, maju, damai, dan sejahtera,” ujar Gifli.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Kapolri Tegaskan Polri Kawal Penuh Program Pemerintah 2026

Nasional

Kapolri Pimpin Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Pratama

Nasional

Lapas Perempuan Ternate Studi Tiru Dapur MBG ke Polres Ternate

Nasional

Mualem Dukung Kebijakan Swasembada Pangan Presiden Prabowo

Nasional

Bupati Aceh Besar Audiensi dengan Menkes, Bahas Percepatan Layanan Kesehatan

Nasional

Industri Nasional Solid di Akhir 2025, Pariwisata Melonjak 17,5 Persen

Nasional

Presiden Prabowo: Pencak Silat Adalah Cerminan Jati Diri Bangsa dan Ilmu Kesatria

Nasional

Audiensi Strategis: Aceh Dapat Dukungan Rp1,052 Triliun dari Kemenkes