Home / Parlementarial / Pemerintah

Senin, 22 Juni 2026 - 15:47 WIB

DPRA Irpannusir Usulkan Anggaran JKA Dipermanenkan, Jaminan Kesehatan Tak Lagi Jadi Polemik

REDAKSI

DPRA Irpannusir usulkan anggaran JKA dipermanenkan agar tak jadi polemik tiap APBA. JKA butuh ~Rp1 triliun/tahun & jadi program Otsus paling dirasakan rakyat Aceh, Senin 22/06/2026.

DPRA Irpannusir usulkan anggaran JKA dipermanenkan agar tak jadi polemik tiap APBA. JKA butuh ~Rp1 triliun/tahun & jadi program Otsus paling dirasakan rakyat Aceh, Senin 22/06/2026.

Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Irpannusir, mengusulkan agar anggaran Program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) dimasukkan ke dalam skema pendanaan khusus yang bersifat permanen. Langkah ini dinilai penting agar keberlangsungan layanan kesehatan masyarakat tersebut terjamin dan tidak selalu menjadi perdebatan setiap kali pembahasan anggaran daerah (APBA) berlangsung.

Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Irpannusir dalam Rapat Paripurna DPRA dengan agenda penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Aceh Tahun Anggaran 2025 di Gedung Utama DPRA, Banda Aceh, Senin (22/6/2026).

JKA Menyentuh Kebutuhan Dasar, Harus Bebas dari Dinamika Politik

Menurut Irpannusir, JKA merupakan program yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat terkecil. Oleh karena itu, keberadaannya wajib dilindungi melalui kebijakan yang memberikan kepastian pendanaan dari tahun ke tahun.

Baca Juga :  Komisi I DPRA dan SMSI Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Informasi Publik

“Program JKA menyangkut kebutuhan dasar rakyat. Karena itu, keberadaannya tidak boleh terganggu dalam kondisi apa pun,” ujar Irpannusir tegas di hadapan sidang paripurna.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menekankan bahwa program ini harus steril dari pengaruh dinamika politik maupun pergantian kepemimpinan daerah di masa depan.

Irpannusir mengingatkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, isu pengurangan, penundaan, atau evaluasi anggaran JKA selalu memicu respons dan keresahan besar di tengah masyarakat. Hal ini membuktikan betapa tingginya ketergantungan warga Aceh terhadap program kesehatan gratis ini.

Kasus Tahun 2023: Pembayaran anggaran JKA sempat tertunda sekitar Rp400 miliar, yang langsung memicu keresahan publik meluas sebelum akhirnya dana dialokasikan kembali dalam perubahan anggaran.

Baca Juga :  DPRA Komit Kawal Draf Revisi UUPA Sampai ke Nasional

Kondisi Tahun Ini (2026): Munculnya wacana evaluasi program JKA kembali memicu reaksi keras dan aksi penolakan dari berbagai elemen masyarakat, meskipun baru sebatas pembahasan.

Sebagai salah satu program andalan sejak pertama kali diluncurkan, JKA terbukti telah membantu jutaan warga Aceh mengakses fasilitas kesehatan tanpa dibayangi beban biaya yang besar.

Irpannusir juga menyinggung pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh. Dari sekian banyak program yang dibiayai dana Otsus selama bertahun-tahun, JKA dinilai sebagai program yang paling nyata dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Mengingat kebutuhan anggaran JKA yang cukup besar diperkirakan mencapai Rp800 miliar hingga Rp1 triliun per tahun, Irpannusir mendesak Pemerintah Aceh dan DPRA segera merumuskan mekanisme pendanaan permanen yang terlindungi dari perubahan kebijakan jangka pendek.

Baca Juga :  DPRK Banda Aceh Usul Pemko Bayar BPJS untuk Pekerja Rentan

“Siapa pun yang memimpin Aceh pada masa mendatang tetap memiliki kewajiban untuk mempertahankan program tersebut,” tambahnya.

Ia meyakini kepastian anggaran ini akan memberikan rasa aman psikologis bagi masyarakat Aceh sekaligus menjamin hak kesehatan bagi generasi mendatang.

“Jika memungkinkan, anggaran JKA dipermanenkan sehingga tidak lagi menjadi polemik setiap tahun dan tetap terjamin keberlangsungannya untuk generasi mendatang,” pungkas Irpannusir.

Usulan ini pun mendapat perhatian serius dalam Rapat Paripurna DPRA, mengingat JKA merupakan pilar utama pelayanan publik dalam menghadirkan akses kesehatan yang mudah dan merata di Tanah Rencong. [Adv]

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemerintah Ajukan Rancangan Qanun RPJMD Kepada DPRK Aceh Besar

Berita

Bupati Aceh Besar Hadiri Pembukaan Kontes Kambing dan Domba di Lanud SIM

Parlementarial

Tiga Anggota DPRA dari Partai Aceh resmi Dilantik

Parlementarial

DPRA dan Pemerintah Aceh Bahas Sengketa 4 Pulau Masuk Sumut

Parlementarial

Ketua DPRA Pimpin Kunjungan ke BPK RI Aceh, Tekankan Tata Kelola Keuangan Daerah yang Akuntabel

Daerah

Plt Sekda Buka Musrenbang RKPD Kabupaten Aceh Besar 2026

Pemerintah

Pangdam Iskandar Muda Terima Audiensi Kepala BPK RI Perwakilan Aceh di Makodam IM

Berita

DPRA Tetapkan 12 Raqan Prioritas 2025, Gubernur Tegaskan Komitmen Jawab Kebutuhan Masyarakat