SIMEULUE — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simeulue mengerahkan tim untuk menangani belasan rumah warga yang rusak akibat diterjang angin kencang dan angin puting beliung di wilayah kabupaten kepulauan, Provinsi Aceh tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Simeulue, T Ridwan, menyampaikan bahwa terdapat sedikitnya 17 rumah warga yang terdampak di Desa Kampung Aie, Kecamatan Simeulue Tengah.
“Kami mengerahkan tim menangani sebanyak 17 rumah rusak akibat angin kencang di Desa Kampung Aie, Kecamatan Simeulue Tengah, Kabupaten Simeulue,” ujar T Ridwan di Simeulue, Selasa.
Berdasarkan laporan di lapangan, tingkat kerusakan rumah masyarakat bervariasi, mulai dari rusak ringan, sedang, hingga rusak berat. Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap dan dinding. Bahkan, beberapa bangunan rumah dilaporkan roboh akibat sapuan angin kencang dan puting beliung tersebut.
Nihil Korban Jiwa
T Ridwan memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah bencana alam ini. Selain itu, hingga saat ini belum ada warga yang dilaporkan mengungsi. Sementara untuk total kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh petugas.
“Tidak ada korban jiwa dalam musibah angin kencang tersebut. Begitu juga warga yang mengungsi, sampai saat ini tidak ada. Tim juga membantu masa panik korban bencana angin kencang tersebut,” jelasnya.
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem
Sebelumnya, pihak BPBD telah mengimbau seluruh masyarakat di Kabupaten Simeulue untuk tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana alam susulan, seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.
“Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang kami terima, ada potensi hujan lebat yang disertai angin kencang yang akan terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Simeulue,” terang T Ridwan.
Mengingat cuaca ekstrem berisiko menimbulkan bencana, warga yang berada di wilayah rawan, kawasan pesisir pantai, serta area pegunungan diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
“Masyarakat yang berdekatan dengan pinggiran sungai diminta untuk terus mewaspadai terjadinya banjir, tanah longsor, dan abrasi sungai. Jika terjadi bencana, segera melaporkannya ke BPBD Simeulue atau pemerintah desa dan kecamatan,” tegasnya.
Peringatan Bagi Nelayan
Selain imbauan darat, T Ridwan juga meminta para nelayan untuk sementara waktu tidak melaut demi keselamatan. Hal ini disebabkan kondisi cuaca di perairan Samudra Hindia yang sedang tidak menentu dan berpotensi memicu gelombang tinggi.
“Kalau ada nelayan yang hendak melaut, kami ingatkan untuk tidak terlalu jauh, melengkapi diri dengan peralatan keselamatan, serta selalu membawa alat komunikasi,” pungkasnya.
Editor: Redaksi









