BANDA ACEH — Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mengusulkan 50 nama mahasiswa yang mengalami perubahan status ekonomi (desil) untuk dipertimbangkan sebagai penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tahun 2026. Pengusulan ini diharapkan mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi agar para mahasiswa tersebut memperoleh dukungan pembiayaan untuk melanjutkan studi.
Panitia Pelaksana, Enzus Tinianus, menyampaikan bahwa pada tahun ini USK telah menerima sebanyak 1.614 mahasiswa penerima KIP Kuliah. Jumlah tersebut merupakan hasil proses verifikasi terhadap mahasiswa yang lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Usulan tambahan 50 mahasiswa ini menjadi perhatian tersendiri bagi pihak kampus. Jika disetujui, bantuan tersebut akan menjadi dukungan krusial agar mahasiswa dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa terbebani masalah biaya.
Informasi tersebut disampaikan dalam kegiatan penyambutan dan orientasi mahasiswa baru penerima KIP Kuliah tahun 2026 yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Jumat (7/8/2026).
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kegiatan penyambutan ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan langkah awal dari proses pembinaan berkelanjutan selama mahasiswa berkuliah di USK.
Dr. Rina berharap para penerima KIP Kuliah, khususnya yang tinggal di asrama, dapat mempertahankan prestasi akademik serta menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya di tengah situasi yang dinilai krisis keteladanan.
“Karena itu, USK berkomitmen melakukan pembinaan secara serius dan konsisten. Pembinaan tersebut dirancang secara khusus agar mahasiswa KIP-K dapat tumbuh menjadi mahasiswa USK yang unggul, berkarakter, berprestasi, dan menginspirasi,” ujar Dr. Rina.
Ia juga menambahkan bahwa USK berkomitmen untuk memastikan seluruh mahasiswa penerima KIP Kuliah tidak berjalan sendiri dan senantiasa mendapat pendampingan selama menempuh masa pendidikan.
Editor: Redaksi









