Home / Daerah

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Pemkab Aceh Utara Mediasi Konflik Agraria Warga Cot Girek dan Pirak Timu dengan PTPN I Regional IV

REDAKSI

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memediasi konflik agraria antara masyarakat Kecamatan Cot Girek dan Pirak Timu dengan PT Perkebunan Nusantara I Regional IV. Mediasi digelar Jumat (7/8/2026) malam di Aula Setdakab dan dipimpin Bupati Ismail A Jalil.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memediasi konflik agraria antara masyarakat Kecamatan Cot Girek dan Pirak Timu dengan PT Perkebunan Nusantara I Regional IV. Mediasi digelar Jumat (7/8/2026) malam di Aula Setdakab dan dipimpin Bupati Ismail A Jalil.

LHOKSUKON – Persoalan agraria yang melibatkan masyarakat di Kecamatan Cot Girek dan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional IV kini mulai memasuki tahap penyelesaian.

Langkah penyelesaian tersebut dimediasi langsung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara dalam sebuah pertemuan yang digelar di Aula Setdakab Aceh Utara pada Jumat (7/8/2026) malam.

Pengukuran Ulang Lahan Dijadwalkan September 2026

Salah satu hasil kesepakatan penting dalam forum mediasi tersebut adalah rencana pengukuran ulang lahan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang dijadwalkan pada awal September 2026.

Baca Juga :  Wakil Bupati Aceh Besar Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Pantee Rawa

Proses pengukuran ini bertujuan untuk memverifikasi serta memastikan batas dan luas lahan yang dikuasai masyarakat, sekaligus mencocokkannya dengan areal yang terdaftar dalam Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN. Berdasarkan data yang terungkap dalam pertemuan tersebut, total luas HGU PTPN di kawasan yang menjadi objek persoalan mencapai sekitar 7.506 hektare (Ha).

Bupati Himbau Semua Pihak Menahan Diri

Musyawarah yang berlangsung hingga malam hari ini dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil (Ayah Wa). Diskusi tersebut turut dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, perwakilan BPN, unsur aparat keamanan, pihak PTPN, serta perwakilan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Tradisi Teut Beudee Trieng di Pidie, Semangat Inoeng Aceh yang Terus Menyala

Dalam arahannya, Bupati Ismail A Jalil meminta seluruh pihak untuk menahan diri dan menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif selama proses penyelesaian berjalan. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mengambil tindakan atau aksi yang berpotensi memicu ketegangan baru sebelum pengukuran di lapangan resmi dilaksanakan.

Baca Juga :  Jembatan Bailey Teupin Mane Rampung, aktivitas warga sekitar kembali normal

“Jaga kondusif daerah, jangan ada aksi apa pun. Tujuan kita mengakhiri konflik agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan,” tegas Ismail A Jalil.

Ia menambahkan bahwa jalur dialog dan musyawarah dipilih oleh pemerintah daerah untuk mencegah persoalan agraria ini meluas menjadi konflik terbuka. Menurutnya, pemerintah berkomitmen mendukung keberlangsungan investasi perkebunan di daerah sembari tetap menjamin perlindungan atas hak-hak masyarakat.

“Pemerintah mendukung investasi dan melindungi masyarakat. Sehingga masyarakat dan investor dapat tumbuh bersama dan saling menguntungkan,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Wali Kota Lhokseumawe Salurkan Bantuan Seragam dan Perlengkapan Sekolah ke Tiga SD Terdampak Bencana

Daerah

Disdik Aceh Dorong Penguasaan Coding untuk Generasi Muda melalui Pelatihan Coding4Future di SSB Pidie

Daerah

Bantuan Sapi Meugang dari Presiden untuk Aceh Tenggara Dialihkan Jadi Bantuan Tunai Korban Banjir

Daerah

Pj Ketua TP PKK Safriati: Meski di Masa Transisi, Roda Oganisasi Tak Boleh Berhenti

Berita

Camat Kuta Baro Pimpin Apel Perdana Tahun 2025

Daerah

BPBD Aceh Besar Catat 9 Rumah dan 1 Sekolah Rusak Akibat Angin Kencang

Daerah

Kunjungi Kodim 0116/Nara, Pangdam IM : Prajurit harus dekat dan menjadi solusi bagi Rakyat

Daerah

Tim Kesehatan TNI beri Layanan Kesehatan korban Banjir ke pelosok Aceh Tengah