BANDA ACEH — Sebanyak 36 Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 1 Aceh Besar diterjunkan untuk memberikan pendampingan kepada Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Nagan Raya.
Kepala SRMA 1 Aceh Besar, Ilza Satriadi, menyampaikan bahwa kehadiran para GTK tersebut bertujuan untuk membantu pekerjaan administratif sekaligus menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik baik dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Langkah ini dilakukan untuk saling menguatkan antar-satuan pendidikan dan membangun ekosistem Sekolah Rakyat yang semakin solid.
Pendampingan berlangsung selama periode 4 hingga 14 Agustus 2026 dan dibagi ke dalam dua gelombang:
- Tim I: Bertugas pada 4–9 Agustus 2026.
- Tim II: Bertugas pada 9–14 Agustus 2026.
Masing-masing tim berkekuatan 18 personel yang terdiri atas unsur guru, wali asuh, wali asrama, operator sekolah, serta tenaga kependidikan/staf tata usaha. Pembagian dua gelombang ini diterapkan agar pendampingan berjalan optimal tanpa mengganggu operasional pembelajaran maupun pengelolaan asrama di SRMA 1 Aceh Besar.
Profil SRT 1 Nagan Raya
SRT 1 Kabupaten Nagan Raya merupakan salah satu Sekolah Rakyat permanen yang baru aktif beroperasi sejak 31 Juli 2026. Sekolah yang berlokasi di Kompleks Perkantoran Suka Makmur, Desa Kuta Blang, Kabupaten Nagan Raya ini menyelenggarakan tiga jenjang pendidikan:
- Sekolah Rakyat Dasar (SRD)
- Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP)
- Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA)
Saat ini, total peserta didik di SRT 1 Nagan Raya mencapai 330 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari 270 siswa asal Kabupaten Nagan Raya (masing-masing 90 siswa untuk tingkat SD, SMP, dan SMA) serta 60 siswa titipan dari SRT 10 Kabupaten Aceh Selatan (30 siswa di antaranya merupakan bagian dari total kuota titipan tersebut).
Fokus Pendampingan
Dalam pelaksanaannya, pendampingan dari GTK SRMA 1 Aceh Besar mencakup dua area utama:
1. Bidang Administrasi Sekolah: Membantu penyusunan kebutuhan awal operasional, seperti jadwal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pembagian kelas untuk jenjang SRD, SRMP, dan SRMA, serta penataan administrasi sekolah lainnya.
2. Bidang Pengasuhan dan Pengasramaan: Berbagi pengalaman dengan wali asuh dan wali asrama setempat mengenai pola pendampingan peserta didik, pengelolaan asrama, pembagian tugas, mekanisme pembinaan karakter, hingga penyusunan SOP dan tata tertib asrama yang aman dan nyaman.
Ilza menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah milik bersama yang membutuhkan kolaborasi dan saling menguatkan. Praktik baik yang telah diterapkan dan dievaluasi di Aceh Besar diharapkan dapat dibagikan untuk mendukung pengembangan SRT 1 Nagan Raya, begitu pula sebaliknya.
Editor: Redaksi











