Home / Ekbis

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:47 WIB

IPB University dan Pemkab Simeulue Dorong Penguatan Ekonomi Lewat Budi Daya Perikanan

REDAKSI

IPB University melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) berkolaborasi dengan Pemkab Simeulue mengembangkan budi daya perikanan air tawar dan marikultur di kawasan transmigrasi.

IPB University melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) berkolaborasi dengan Pemkab Simeulue mengembangkan budi daya perikanan air tawar dan marikultur di kawasan transmigrasi.

SIMEULUE — Pemerintah Kabupaten Simeulue bekerja sama dengan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) IPB University mengkaji pengembangan budi daya perikanan air tawar dan marikultur di kawasan transmigrasi Pulau Simeulue, Provinsi Aceh. Program kolaborasi Kementerian Transmigrasi ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan dan membangun rantai ekonomi baru di wilayah tersebut.

Pimpinan TEP, Irzal Efendi, menjelaskan bahwa budi daya ikan air tawar sangat krusial untuk menjamin ketersediaan protein masyarakat kepulauan, terutama saat pasokan ikan laut terganggu oleh cuaca ekstrem pada musim barat dan musim peralihan.

Baca Juga :  RI-Rusia Perkuat Kerja Sama Industri, Targetkan Implementasi Nyata di INNOPROM 2026

Pengembangan ini merupakan tindak lanjut dari kajian TEP IPB University pada tahun 2025 yang kini diimplementasikan dalam riset aksi berskala usaha tani. Berdasarkan riset tersebut, komoditas ikan lele dan nila memiliki prospek pasar yang kuat di Simeulue.

“Pengembangan lele dirancang secara terintegrasi mulai dari pembenihan, pendederan hingga pembesaran,” ujar Irzal pada Minggu. Ia menambahkan bahwa teknologi yang diterapkan mencakup kolam terpal bulat, penggunaan induk unggul dari Banda Aceh, hingga formulasi pakan secara mandiri.

Baca Juga :  PT Solusi Bangun Andalas dan BMKG Berkolaborasi untuk Mitigasi Bencana di Aceh Besar

Pengembangan Sektor Marikultur dan Lobster

Selain sektor air tawar, TEP dan Pemkab Simeulue memberikan perhatian khusus pada komoditas lobster. Sebagai kawasan rantai pasok benih bening lobster (BBL), Simeulue dinilai perlu mengoptimalkan potensi tersebut agar memberikan nilai tambah ekonomi, bukan sekadar menjual komoditas mentah.

Rencana pengembangan mencakup pendederan lobster hingga ukuran 10–50 gram per ekor. Pendekatan teknologi yang disiapkan meliputi:

  • Darat (Land-based Aquaculture): Menggunakan sistem resirkulasi (recirculating aquaculture system/RAS).
  • Laut: Menggunakan keramba jaring apung, jaring tenggelam, maupun keramba jaring dasar laut.
Baca Juga :  Raih Empat Penghargaan Top CSR Awards 2025, SBI Tegaskan Komitmen pada Bisnis Berkelanjutan

Dukungan Pemerintah Daerah

Staf Ahli Bupati Simeulue Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Kasirman, menyambut positif inisiatif ini. Pihaknya berharap program tersebut mampu menciptakan keran ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat kawasan transmigrasi.

“Kami berharap pengembangan kawasan transmigrasi bukan hanya memindahkan pusat kegiatan ekonomi ke wilayah baru, tetapi masyarakat perlu dibekali pengetahuan, teknologi, dan kelembagaan agar mampu mengelola sumber daya secara mandiri dan berkelanjutan,” tutur Kasirman.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekbis

Perkuat Rantai Nilai Halal, Bank Indonesia Aceh Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Juleha Standar Kompetensi Nasional

Ekbis

RI-Rusia Perkuat Kerja Sama Industri, Targetkan Implementasi Nyata di INNOPROM 2026

Ekbis

​CEO Samira Travel Bakar Semangat Ratusan Mitra di Aceh, Bagikan Tiket Umroh Gratis

Aceh

Bank Indonesia Provinsi Aceh Bersama Perbankan Jaga Kelancaran Sistem Pembayaran di Aceh

Daerah

Pj Wali Kota Tekankan Pentingnya Kolaborasi Antara Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Harga

Ekbis

LKBN ANTARA Biro Sultra Gelar Pelatihan Fotografi Produk untuk 50 Pelaku UMKM di Kendari

Ekbis

Dorong Produktivitas Cabai, Bank Indonesia Aceh Perkuat Klaster Petani di Aceh Barat

Berita

Dampak Rencana Kebijakan Ekspor Satu Pintu BUMN, Harga TBS Sawit di Aceh Anjlok