Home / Pendidikan

Minggu, 26 April 2026 - 06:53 WIB

Dosen di AS Keluhkan Rendahnya Kemampuan Membaca Mahasiswa Gen-Z, Standar Akademik Terpaksa Diturunkan

REDAKSI

Foto: Ilustrasi Mahasiswa. (Dok. Freepik)

Foto: Ilustrasi Mahasiswa. (Dok. Freepik)

Jakarta – Fenomena penurunan kemampuan membaca di kalangan mahasiswa Generasi Z kini menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan tinggi di Amerika Serikat (AS). Sejumlah profesor di berbagai kampus ternama dilaporkan mulai “menyerah” dan terpaksa menurunkan standar akademik demi menyesuaikan kondisi mahasiswa mereka.

​Berdasarkan laporan dari Fortune, para pengajar mengaku kesulitan memberikan tugas membaca karena kemampuan pemahaman teks mahasiswa saat ini dinilai merosot tajam.

Strategi Membaca di Kelas yang Gagal

​Jessica Hooten Wilson, seorang profesor sastra di Pepperdine University, mengungkapkan bahwa dirinya telah menghapus tugas membaca mandiri di luar kelas. Sebagai gantinya, ia menerapkan metode membaca bersama secara baris-per-baris di dalam kelas.

Baca Juga :  Ribuan Siswa Aceh Larut dalam Dziki Serentak Peringati Hari Guru Nasional

​Namun, upaya ini pun dirasa kurang efektif. Wilson menyebutkan bahwa para mahasiswa tetap kesulitan memproses makna dari kata-kata yang mereka baca, bahkan saat sesi membaca bersama tersebut dilakukan.

​”Bahkan ketika dibacakan di kelas, masih banyak hal yang tidak mampu mereka proses dari kata-kata yang ada di halaman,” ujar Wilson.

​Senada dengan Wilson, Profesor Teologi dari University of Notre Dame, Timothy O’Malley, menyoroti perubahan drastis dalam beban studi. Jika dulu mahasiswa mampu melahap tugas membaca sebanyak 25-40 halaman, kini hal tersebut mustahil dilakukan.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Aceh Imbau Donasi Buku dan Bantuan Untuk Korban Banjir

​O’Malley mengamati bahwa mahasiswa Gen-Z cenderung hanya menggunakan teknik scanning (memindai cepat) atau mengandalkan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) untuk menghasilkan ringkasan instan tanpa benar-benar mendalami isi teks.

​Dampak Pandemi dan Pergeseran Format Informasi

​Para akademisi mengidentifikasi beberapa faktor utama penyebab fenomena ini, di antaranya:

​Sistem Pendidikan: Melemahnya sistem pendidikan dasar dan menengah.

​Efek Pandemi: Pembelajaran yang sempat terputus selama masa Covid-19.

Baca Juga :  Wamen; Sekolah Garuda Transformasi di SMAN 10 Fajar Harapan Momentum Penting Bangkitnya Pendidikan Aceh

​Perubahan Konsumsi Informasi: Peralihan kebiasaan dari membaca teks ke format video dan audio.

​Tren penurunan minat baca ini bukan tanpa bukti. Data menunjukkan bahwa jumlah orang dewasa yang membaca untuk hiburan telah menurun sebanyak 40% dalam 20 tahun terakhir.

​Selain itu, laporan dari Program for the International Assessment of Adult Competencies (PIAAC) mencatat sekitar 59 juta warga AS memiliki kompetensi membaca pada tingkat terendah. Hal ini mempertegas kondisi bahwa banyak anak muda saat ini tidak mampu berinteraksi secara efektif dengan teks tertulis yang kompleks.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Rakor BKK SMK di Buka, Plt. Kadisdik Aceh Dorong SMK Mandiri dan Saling Menghidupi

Pendidikan

Profesor dan Disdik Aceh Duduk Satu Meja, Rumuskan Arah Pendidikan hingga 2045

Pendidikan

Disdik Aceh Batasi Penggunaan Gawai di SMA, SMK, dan SLB Demi Sekolah Lebih Disiplin dan Fokus

Pendidikan

Disdik Aceh Larang Perpisahan Mewah dan Tamasya, Sekolah Diminta Peka Pascabencana

Pendidikan

Siswa SLB YAPDI Banda Aceh Raih Juara Berbakat I pada Lomba Lukis Hari Disabilitas Internasional 2025

Pendidikan

Disdik Aceh dan BNN Umumkan Pemenang Lomba Video Reels “Ananda Bersinar”

Pendidikan

Jabatan Bukan Hadiah, Tapi Amanah: Murthalamuddin Tegaskan Reformasi Pendidikan Aceh Dimulai dari Integritas

Aceh

Kadisdik Aceh Tegaskan Fokus Pemerataan Kualitas Sekolah di Seluruh Aceh Pasca SPMB 2025