JAKARTA — Pemerintah pusat membagi wilayah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan dengan menunjuk sejumlah pejabat setingkat menteri.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara akad nikah Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah, di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu. Prasetyo menjelaskan bahwa langkah pembagian tugas ini dilakukan untuk memberikan perhatian penuh pada daerah-daerah rawan karhutla, seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Beberapa pejabat yang ditugaskan mencakup sejumlah menteri koordinator hingga Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Pembagian wilayah tersebut bertujuan untuk mempercepat penanganan di lapangan, tanpa membatasi tanggung jawab pejabat terkait hanya pada area tertentu.
Saat ini, pemerintah memfokuskan upaya penanggulangan di enam provinsi prioritas rawan karhutla, yaitu:
- Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
Meskipun pembagian tugas sudah berjalan, pemerintah belum berencana membentuk satuan tugas (satgas) khusus karhutla. Prasetyo menilai koordinasi lintas sektor saat ini sudah terjalin cukup kuat. Kebutuhan operasional seperti penambahan helikopter *water bombing*, alat pelindung diri (APD), hingga personel tambahan juga telah disalurkan.
Sebelumnya, pemerintah meningkatkan skala penanganan di wilayah Kalimantan dan Sumatera dengan mengerahkan 12.880 personel. Tim tersebut bertugas melakukan pemadaman, operasi modifikasi cuaca (OMC), serta pemantauan kualitas udara.
Presiden Prabowo Subianto juga memimpin rapat penanganan karhutla bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/8). Dalam arahan tersebut, Presiden memberikan instruksi untuk menyalurkan bantuan fasilitas dan peralatan tambahan, meliputi:
- 4 unit helikopter pengebom air (water bombing)
- 100 unit pompa air
- 2.000 unit APD
- Cangkul gepyok, sumur bor, dan selang air
Editor: Dahlan











