Home / Politik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Pemerintah Bagi Wilayah Penanganan Karhutla di Kalimantan dan Sumatera, Tunjuk Pejabat Setingkat Menteri

REDAKSI

Pemerintah membagi wilayah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.

Pemerintah membagi wilayah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.

JAKARTA — Pemerintah pusat membagi wilayah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan dengan menunjuk sejumlah pejabat setingkat menteri.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara akad nikah Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah, di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu. Prasetyo menjelaskan bahwa langkah pembagian tugas ini dilakukan untuk memberikan perhatian penuh pada daerah-daerah rawan karhutla, seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  DPRA Bakal Panggil BKA Untuk Melihat Database Tenaga Non-PNS

Beberapa pejabat yang ditugaskan mencakup sejumlah menteri koordinator hingga Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Pembagian wilayah tersebut bertujuan untuk mempercepat penanganan di lapangan, tanpa membatasi tanggung jawab pejabat terkait hanya pada area tertentu.

Saat ini, pemerintah memfokuskan upaya penanggulangan di enam provinsi prioritas rawan karhutla, yaitu:

  •  Riau
  •  Jambi
  •  Sumatera Selatan
  •  Kalimantan Barat
  •  Kalimantan Tengah
  •  Kalimantan Selatan
Baca Juga :  Presidential Threshold Akhirnya Dihapus oleh MK Setelah Puluhan Kali Uji Materi, ‘Semua Parpol Berhak Mengajukan Calon’

Meskipun pembagian tugas sudah berjalan, pemerintah belum berencana membentuk satuan tugas (satgas) khusus karhutla. Prasetyo menilai koordinasi lintas sektor saat ini sudah terjalin cukup kuat. Kebutuhan operasional seperti penambahan helikopter *water bombing*, alat pelindung diri (APD), hingga personel tambahan juga telah disalurkan.

Sebelumnya, pemerintah meningkatkan skala penanganan di wilayah Kalimantan dan Sumatera dengan mengerahkan 12.880 personel. Tim tersebut bertugas melakukan pemadaman, operasi modifikasi cuaca (OMC), serta pemantauan kualitas udara.

Baca Juga :  Lembaga Wali Nanggroe Himpun Aspirasi Diaspora Aceh di Medan

Presiden Prabowo Subianto juga memimpin rapat penanganan karhutla bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/8). Dalam arahan tersebut, Presiden memberikan instruksi untuk menyalurkan bantuan fasilitas dan peralatan tambahan, meliputi:

  • 4 unit helikopter pengebom air (water bombing)
  • 100 unit pompa air
  • 2.000 unit APD
  • Cangkul gepyok, sumur bor, dan selang air

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Politik

Partai NasDem Aceh Lakukan Reposisi Pengurus, Yunardi Natsir Jabat Sekretaris Baru

Politik

PDIP Aceh Tegaskan Helmi N. Hakim Bukan Lagi Kader Sejak 2023

Berita

DPRK Banda Aceh : Fraksi Gerindra Dukung RPJM Yang Berorientasi Pada Masyarakat

Politik

Tokoh Masyarakat Beutong Ateuh Banggalang Sampaikan Petisi Dukungan Investasi ke Komisi III DPR RI

Politik

RUU Perubahan UUPA: DPR Usulkan Dana Otsus Aceh Selamanya dan Naik Menjadi 2,5 Persen

Politik

Tahapan Kampanye Pilchiksung Lhokseumawe 2026 Dimulai, Pemko Imbau Hindari Politik Uang

Politik

Wakasat Sebut Cekcok Anggota DPRD DKI dengan Polisi Sudah Damai, Tapi Penanganan Internal Belum

Politik

Pengurus DPW dan DPC PPP se-Aceh Periode 2026–2031 Resmi Dilantik