Banda Aceh — Tim Pengabdian Dosen Universitas Malikussaleh (Unimal) menghadirkan inovasi berupa teknologi detektor ikan berbasis energi terbarukan. Inovasi ini ditujukan bagi kelompok nelayan tradisional di Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, guna memangkas biaya operasional dan mendongkrak produktivitas tangkapan.
Program yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek TA 2026 ini dirancang portable agar sesuai dengan perahu skala kecil. Sistem ini menggabungkan tiga komponen utama:
Fish Finder berbasis Sonar: Mendeteksi keberadaan ikan, kedalaman, dan struktur dasar perairan secara real-time.
- Panel Surya: Memasok daya listrik dari sumber energi terbarukan.
- Aplikasi Prediksi Titik Potensial: Membantu memetakan lokasi perairan yang berpotensi memiliki banyak ikan.
Ketua Tim Pengabdian Dosen Unimal, Ilham Sahputra, menjelaskan bahwa integrasi perangkat ini bertujuan menyelesaikan tantangan utama nelayan, seperti ketidakpastian lokasi, tingginya biaya bahan bakar, dan minimnya pemanfaatan teknologi modern. Dengan informasi awal mengenai kondisi perairan, rute melaut menjadi lebih terarah dan efisien. Selain meningkatkan efisiensi, program ini ditargetkan mampu mendorong kemandirian nelayan dalam memanfaatkan teknologi.
Ketua Kelompok Nelayan Pantai Bayu, Zulfahmi, menyambut positif hadirnya alat ini. Selama ini, para nelayan di Desa Lancok hanya mengandalkan intuisi dan pengalaman, yang sering kali memaksa mereka berpindah-pindah lokasi hingga pemborosan bahan bakar dan waktu tak terhindarkan. Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat menekan pengeluaran operasional sekaligus menaikkan pendapatan harian nelayan.
Editor: Dahlan











