Home / Pendidikan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Mahasiswa KKN Unimal Pasang Lubang Biopori di Meunasah Gampong Cempeudak

REDAKSI

Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 29 Universitas Malikussaleh memasang lubang resapan biopori di kawasan meunasah Gampong Cempeudak, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Rabu (26/8/2026).

Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 29 Universitas Malikussaleh memasang lubang resapan biopori di kawasan meunasah Gampong Cempeudak, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Rabu (26/8/2026).

LHOKSEUMAWE – Bentuk kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 29 Universitas Malikussaleh (Unimal). Mereka memasang lubang resapan biopori di kawasan meunasah Gampong Cempeudak, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, pada Rabu (26/8/2026).

Pemilihan kawasan meunasah didasari atas pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan ruang publik yang aktif digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Biopori sendiri merupakan lubang resapan tanah yang dibuat untuk mempercepat penyerapan air hujan sekaligus menjadi wadah penguraian bahan organik secara alami demi mendukung konservasi air.

Baca Juga :  Kadisdik Aceh Tutup FLS3N Pendidikan Khusus, Aceh Besar Raih Juara Umum

Proses Pelaksanaan dan Edukasi Lingkungan

Pelaksanaan kegiatan dimulai dari penentuan titik lokasi strategis di sekitar meunasah. Mahasiswa bergotong royong membagi tugas, mulai dari penyiapan peralatan dan bahan organik, pembuatan lubang, hingga pemasangan media biopori agar dapat berfungsi secara optimal.

Beberapa perwakilan mahasiswa Jurusan Agroekoteknologi yang terlibat menyampaikan pandangannya mengenai aksi lingkungan ini:

Baca Juga :  Ketua DPRK Banda Aceh Terima Audiensi LKMM Pemma Unsyiah & OSIS SMAN 3 Banda Aceh

Albaihaqi: Pemasangan biopori merupakan penerapan ilmu perkuliahan yang memberikan manfaat nyata. Walau pembuatannya sederhana, biopori efektif membantu air hujan meresap ke dalam tanah.

Daffa: Kegiatan ini sekaligus menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian kondisi tanah dan air di lingkungan sekitar.

Nabila Rifdah Nazahra: Keberlanjutan perawatan biopori menjadi kunci utama agar manfaat ekologisnya dapat dirasakan oleh masyarakat Gampong Cempeudak dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Empat Siswa Aceh Raih Prestasi Nasional di FLS3N, Plt. Kadisdik Aceh: Ini Bukti Anak Kita Mampu Bersaing

Dukungan Masyarakat dan Manfaat Jangka Panjang

Aksi nyata ini mendapat sambutan positif dan dukungan penuh dari warga Gampong Cempeudak. Karena teknologinya yang tergolong sederhana dan fleksibel, biopori dinilai sangat potensial untuk diaplikasikan kembali oleh masyarakat di area permukiman maupun ruang publik lainnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-PPM Unimal berharap dapat menghadirkan pengabdian yang memberikan dampak ekologis sekaligus mengedukasi warga dalam meningkatkan kepedulian terhadap konservasi air di tingkat desa.(*)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Gubernur Aceh Dorong Universitas Al-Muslim Jadi Pusat Inovasi dan Penggerak SDM Unggul

Pendidikan

Kemendikdasmen, Kadisdik Aceh: Pendidikan Paling Cepat Kemajuannya Pascabencana

Daerah

Ajang FLS3N Disabilitas Wilayah III Dimulai, Disdik Aceh: Ini Panggung Bagi Talenta Istimewa

Pendidikan

Mahasiswa Prodi Kesehatan Jalani Praktik Lapangan dan MMD di Puskesmas Darul Kamal

Pemkab Aceh Besar

Tutup CLASSIC XI, Wakil Bupati Aceh Besar Ajak Santri Insan Qurani Terus Ukir Prestasi

Pendidikan

Wabup Pidie Jaya dan Plt Kadisdik Aceh Bahas Solusi Pendidikan Siswa Terdampak Banjir

Pendidikan

Dinas Pendidikan Aceh Imbau Donasi Buku dan Bantuan Untuk Korban Banjir

Pendidikan

USK–SMK Perkuat Sinergi, BLUD Didorong Jadi Sumber Pendapatan Pendidikan