LHOKSEUMAWE – Bentuk kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 29 Universitas Malikussaleh (Unimal). Mereka memasang lubang resapan biopori di kawasan meunasah Gampong Cempeudak, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, pada Rabu (26/8/2026).
Pemilihan kawasan meunasah didasari atas pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan ruang publik yang aktif digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Biopori sendiri merupakan lubang resapan tanah yang dibuat untuk mempercepat penyerapan air hujan sekaligus menjadi wadah penguraian bahan organik secara alami demi mendukung konservasi air.
Proses Pelaksanaan dan Edukasi Lingkungan
Pelaksanaan kegiatan dimulai dari penentuan titik lokasi strategis di sekitar meunasah. Mahasiswa bergotong royong membagi tugas, mulai dari penyiapan peralatan dan bahan organik, pembuatan lubang, hingga pemasangan media biopori agar dapat berfungsi secara optimal.
Beberapa perwakilan mahasiswa Jurusan Agroekoteknologi yang terlibat menyampaikan pandangannya mengenai aksi lingkungan ini:
Albaihaqi: Pemasangan biopori merupakan penerapan ilmu perkuliahan yang memberikan manfaat nyata. Walau pembuatannya sederhana, biopori efektif membantu air hujan meresap ke dalam tanah.
Daffa: Kegiatan ini sekaligus menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian kondisi tanah dan air di lingkungan sekitar.
Nabila Rifdah Nazahra: Keberlanjutan perawatan biopori menjadi kunci utama agar manfaat ekologisnya dapat dirasakan oleh masyarakat Gampong Cempeudak dalam jangka panjang.
Dukungan Masyarakat dan Manfaat Jangka Panjang
Aksi nyata ini mendapat sambutan positif dan dukungan penuh dari warga Gampong Cempeudak. Karena teknologinya yang tergolong sederhana dan fleksibel, biopori dinilai sangat potensial untuk diaplikasikan kembali oleh masyarakat di area permukiman maupun ruang publik lainnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-PPM Unimal berharap dapat menghadirkan pengabdian yang memberikan dampak ekologis sekaligus mengedukasi warga dalam meningkatkan kepedulian terhadap konservasi air di tingkat desa.(*)
Editor: Dahlan











